Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Raja Juli Ungkap Sulitnya Jaga Hutan RI, Pengamat: Mundur Saja, Tak Perlu ‘Kekeuh’ Bertahan
Nasional

Raja Juli Ungkap Sulitnya Jaga Hutan RI, Pengamat: Mundur Saja, Tak Perlu ‘Kekeuh’ Bertahan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Desember 24, 2025 4:11 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berdiri di atas tumpukan kayu yang hanyut saat meninjau proses pencarian korban banjir bandang di Pasak Kayu, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berdiri di atas tumpukan kayu yang hanyut saat meninjau proses pencarian korban banjir bandang di Pasak Kayu, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). (Sumber: Antara Foto/Wahdi Septiawan/nz)
SHARE

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memaparkan mengenai sulitnya menjaga hutan di seluruh Indonesia karena kekurangan polisi hutan yang jumlahnya terbatas.

Menurut Raja Juli, perubahan cara berpikir dan pendekatan struktural dalam menjaga hutan Indonesia perlu dilakukan. Ia menilai bahwa menjaga hutan dengan metode lama namun mengharapkan hasil yang berbeda merupakan kekeliruan mendasar.

Menjaga hutan dengan baik tapi dari segi metode dan struktur, kita lakukan (dengan cara) yang lama. Tapi berharap perubahan. Kita harus berubah,”

kata Menhut Raja Juli Antoni dalam acara Lokakarya Nasional Gerak Bersama Percepatan Penetapan 1,4 Juta Hektare Hutan Adat, Jakarta Pusat, dikutip Kamis, 18 Desember 2025.

Ia kemudian menyoroti ketimpangan pengelolaan kawasan hutan, termasuk luasnya kawasan yang tidak sebanding dengan kapasitas pengamanan atau jumlah polisi hutan.

Bagaimana illegal logging bisa kita selesaikan kalau ada 3,5 juta hektare kawasan di Aceh, dan kita berharap dijaga oleh polisi hutan yang jumlahnya sangat terbatas,”

ujarnya.
Gajah Membantu Proses Pemulihan Pascabanjir di Aceh
Gajah Membantu Proses Pemulihan Pascabanjir di Aceh (Foto: Kementerian Kehutanan)

Menhut kemudian mencontohkan di Bentang Seblat, yang merupakan areal yang sangat penting bagi konservasi gajah, yang jika dikalkulasikan anggaran yang tersedia untuk mengelola kawasan tersebut hanya sembilan juta rupiah. Oleh sebab itu, Menhut Raja Antoni kembali menegaskan pentingnya perubahan dalam sektor kehutanan.

Hal ini juga didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang meminta Raja Juli untuk melakukan evaluasi tata kelola kehutanan.

Harus ada perubahan fundamental. Sektor kehutanan itu adalah sektor pilihan istilahnya. Kira-kira demikian, nggak dikasih anggaran nggak apa-apa, What do you expect untuk melakukan perbaikan dengan cara yang sama, bagaimana kita ingin ekologi terjaga, ekonomi tumbuh seimbang, tapi caranya masih sama,”

jelasnya.

Pernyataan Raja Juli tersebut mendapat kritikan dari Direktur Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita. Menurut Ronny, pengakuan soal keterbatasan aparat memang jujur secara faktual, tetapi bermasalah dari sisi kebijakan negara.

Ronny menilai bahwa negara tidak dapat berlindung di balik keterbatasan aparat dalam menjaga hutan.

Negara tidak bisa berlindung di balik keterbatasan aparat untuk membenarkan ketidakmampuan menjaga hutan. Bagaimanapun, itu tugas pemerintah. Analoginya, negara tidak bisa permisif terhadap korupsi, sekalipun korupsi terjadi di mana-mana,”

kata Ronny pada Owrite, Jumat, 19 Desember 2025.

Menurut hemat Ronny, jika sejak awal pemerintah mengetahui bahwa polisi hutan terbatas, seharusnya desain kebijakan perlindungan dilakukan lebih kreatif, seperti berbasis teknologi, komunitas, dan menciptakan berbagai insentif ekonomi yang menarik, bukan sekadar mengakui ketidakmungkinan.

Negara tidak boleh berkata ‘mustahil’ untuk mandat konstitusionalnya sendiri, jadinya aneh. Kalau begitu, mengapa harus ada kementerian terkait, dihapus saja toh,”

ujar Ronny.

Direktur ISEAI juga menilai persoalan kehutanan tidak pernah benar-benar menjadi prioritas karena logika kebijakan yang masih berorientasi jangka pendek dan ekstraktif.

Nilai hutan dilihat dari izin dan PNBP, bukan dari fungsi ekologis dan ekonomi jangka panjang. Padahal ketika banjir, longsor, dan krisis iklim datang, biayanya langsung ditanggung APBN dan masyarakat. Ironisnya, hutan dianggap tidak produktif justru karena manfaatnya tidak masuk neraca fiskal. Naif dan dangkal sekali,”

bebernya.
Menyusut Drastis Sejak 1990, Hutan Sumatera di Ambang Kehancuran

Ia menegaskan, ketimpangan antara luas kawasan hutan dan kapasitas pengamanan bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan bentuk pembiaran struktural.

Negara mengetahui bahwa luas kawasan tidak sebanding dengan kapasitas pengamanan, tapi tetap membuka ruang eksploitasi. Aneh toh. Ketimpangan ini menciptakan ‘zona abu-abu’ yang rawan akan pembalakan, perambahan, dan konflik. Dalam ekonomi politik, ini bukan kecelakaan, ini hasil pilihan kebijakan,”

jelasnya.

Dari sisi pendanaan, Ronny menilai perlindungan hutan tidak bisa terus bergantung pada APBN.

Menurutnya, model yang lebih masuk akal dalam pembiayaan untuk pemeliharaan hutan yakni dengan adanya kombinasi dengan pembayaran jasa lingkungan, dana iklim internasional, earmarking pajak ekstraktif, serta skema berbasis kinerja (results-based financing).

Selama hutan dijaga dengan anggaran sisa, itupun kalau ada, hasilnya akan selalu setengah-setengah,”

tekan Ronny.

Ia juga menyinggung aspek tanggung jawab politik pejabat publik atas dampak kebijakan yang dijalankan.

Meski tidak menilai secara langsung mengenai kinerja Raja Juli, Direktur ISEAI menegaskan bahwa pejabat publik harus bertanggungjawab atas dampak kebijakan yang telah dibuat.

Soal (Raja Juli) mundur atau tidak, itu wilayah etik politik. Tetapi secara substantif, pejabat publik harus bertanggung jawab atas dampak kebijakan, bukan sekadar narasi ini itu, bahkan kemana-mana nggak jelas. Jika bencana berulang dan alih fungsi terus terjadi tanpa koreksi serius, maka evaluasi kepemimpinan bukan hal berlebihan. Mundur sejatinya bukan hukuman, kadang juga bentuk tanggung jawab. Kalau tak mampu, kenapa harus kekeuh bertahan kan,”

tegasnya.

Dalam kalimat penutupnya, Ronny menekankan akar persoalan kehutanan terletak pada normalisasi kegagalan yang terus dibiarkan.

Hentikan normalisasi kegagalan. Perkuat penegakan hukum, libatkan masyarakat lokal sebagai penjaga hutan dengan insentif yang nyata dan menarik, transparankan perizinan, dan ubah indikator kinerja dari ‘izin yang dikeluarkan’ menjadi seberapa banyak ‘hutan yang berhasil diselamatkan’. Kalau tidak, kita akan terus pandai berpidato tentang hutan sambil pelan-pelan kehilangan hutan. Munafik toh namanya,”

tutupnya.
Tag:editoralhutanIllegal Loggingmenteri kehutananPolisi hutanRaja JuliSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gedung Sate
Hype

5 Rekomendasi Kuliner Bandung yang Bikin Kamu Balik Lagi

Rekomendasi kuliner Bandung selalu dicari banyak orang yang ingin liburan ke kota dengan julukan Kota Kembang itu. Pasalnya, Bandung merupakan salah satu destinasi favorit warga ibu kota yang ingin menikmati…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
5 Min Read
Tori Tamago Sando
Hype

Resep Tori Tamago Sando, Jajan Hits di Minimarket Jepang

Tori tamago sando salah satu jajanan yang cukup populer di minimarket Jepang. Makanan ini digemari karena rasanya enak, gurih, dan pastinya praktis. Tori tamago sando juga disebut sebagai sandwich kekinian…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Perpanjang Masa Aktif Telkomsel
Hype

4 Cara Perpanjang Masa Aktif Telkomsel dengan Mudah dan Cepat

Cara perpanjang masa aktif Telkomsel harus segera dilakukan agar nomor kamu tidak hangus. Kini, cara perpanjang masa aktif Telkomsel semakin mudah karena bisa dilakukan melalui berbagai metode. Mulai dari isi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Pengendara ojek daring menunjukan bukti transaksi perjalanan di Jalan Balap Sepeda, Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan menurunkan komisi tarif ojek daring dari 20 persen menjadi delapan persen melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Daring. (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)
Nasional

(Part I) Potongan Komisi 8 Persen, Kemenangan Ojol atau Awal Krisis Aplikator?

May Day 2026, Monas menjadi saksi Presiden Prabowo Subianto menetapkan potongan komisi…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
14 jam lalu
Pengendara ojek daring mengantar penumpang di kawasan Kalibata, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan menurunkan komisi tarif ojek daring dari 20 persen menjadi delapan persen melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Daring. (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)
Nasional

(Part II) Potongan Komisi 8 Persen, Kemenangan Ojol atau Awal Krisis Aplikator?

Turun Tangan Danantara Presiden Prabowo sudah menginstruksikan keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
14 jam lalu
Program rekrutmen karyawan
Nasional

KKP Buka Lowongan Kerja Awak Kapal Perikanan, Ini Syaratnya

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia resmi membuka lowongan kerja yang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
17 jam lalu
Oditur militer mengabarkan Andrie Yunus sedang menjalani operasi di RSCM sehingga tidak bisa hadir dalam sidang lanjutan
Nasional

Masih Jalani Operasi Cangkok Kulit, Andrie Yunus Bakal Periksa Langsung di RSCM 

Pengadilan Militer II-08 Jakarta menghadirkan total delapan orang saksi dalam sidang lanjutan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up