Pemerintah secara resmi memberlakukan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 serta Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) baru berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 pada 2 Januari 2026.
Namun yang menjadi pertanyaan, apa yang kemudian membedakan antara KUHP dan KUHAP yang baru saat ini dengan yang sebelumnya? Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Eliasta Meliala, membeberkan perbedaannya. Dijelaskannya, aturan yang sebelumnya masih mengacu pada Undang-Undang Belanda.
Nah untuk yang sekarang ini dimodernisir dan makin modern. Yang blandis-blandis itu dihilangkan. Jadi sebagai contoh misalnya, sekarang ini ada pidana kerja sosial. Hal mana sudah dikenal diberbagai belahan bumi Eropa, sekarang kita mengadopsi,”
ujar Adrianus kepada owrite baru-baru ini.
Selain itu, ia juga melihat aturan makin modern dengan adanya aturan hukum hidup (living law). Dimana hukum yang hidup di masyarakat juga dapat memperkuat hukum adat.







