Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 24 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Rencana Haji di Bawah Komando dan Potensi ASN Tergusur dari Urusan Haji
Nasional

Rencana Haji di Bawah Komando dan Potensi ASN Tergusur dari Urusan Haji

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Januari 15, 2026 5:38 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi
Jamaah haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (15/6/2025). Menurut Saudi Press Agency, kapasitas Masjidil Haram pada tahun 2025, setelah perluasan tahap ketiga selesai, mencapai tiga juta orang per hari dengan adanya peningkatan luas area Masjidil Haram dari 414.000 meter persegi menjadi 1,5 juta meter persegi. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu/foc.)
SHARE

Wacana petugas penyelenggara ibadah haji didominasi atau bahkan seluruhnya berasal dari unsur TNI dan Polri seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, harus mempunyai batasan yang jelas.

Daftar isi Konten
  • Pembenahan Seleksi Petugas Sipil
  • Tak Sejalan dengan Layanan Publik Sosial-Keagamaan
  • Pengembangan Kapasitas ASN Bakal Melempem

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta (UPNVJ), Achmad Nur Hidayat, mengungkapkan jika pelibatan TNI-Polri tidak dibatasi secara ketat pada perlindungan dan kedaruratan lalu masuk ke inti layanan, akan membuka ruang mission creep, yang berarti hari ini haji, besok layanan publik lain.

Pada akhirnya, birokrasi sipil kehilangan panggung untuk bertumbuh, sementara negara makin bergantung pada solusi instan berbasis pengerahan, bukan perbaikan sistem.

Lebih jauh, ada dampak lain yang sering luput, seperti psikologi organisasi. Ketika ASN Kemenag atau Kemenhaj melihat bahwa tugas layanan yang strategis cenderung diberikan ke luar jalur sipil, pesan yang ditangkap adalah sinis.

Ngapain kita dilatih, toh nanti diganti. Di situlah pengembangan kapasitas mati pelan-pelan,” 

ungkap Achmad, kepada owrite.

Ia menilai, padahal seharusnya kebijakan yang baik memacu profesionalisme ASN, bukan meminggirkannya. Nilai dasar ASN yang berorientasi pelayanan seharusnya diterjemahkan menjadi investasi serius dalam pelatihan, sertifikasi, dan manajemen kinerja petugas haji sipil, bukan sekadar slogan di dinding kantor.

Di sisi lain, jika memang ada kebutuhan ketangguhan fisik, hal itu dapat dibangun sebagai standar kompetensi petugas haji sipil.

Tidak ada yang melarang membuat seleksi kebugaran yang wajar, pelatihan ketahanan panas, latihan prosedur evakuasi, dan simulasi krisis. Itu semua reformasi manajemen SDM, bukan substitusi aktor.

Sampai hari ini, argumen yang dominan di ruang publik adalah klaim evaluatif, petugas TNI Polri dinilai disiplin, bertanggung jawab, dan mendapat poin positif,”

ujar Achmad.

Menurutnya, klaim ini bisa benar, tetapi kebijakan publik tidak boleh berhenti di kesan. Apalagi ketika wacana berubah dari penambahan terbatas menjadi dominasi.

Soal Wacana Dominasi TNI–Polri dalam Haji: Solusi Disiplin atau Gejala Militerisasi Layanan Publik?

Yang justru diperlukan adalah pembuktian berbasis indikator layanan yang sederhana tetapi nyata, kecepatan respons kasus jemaah tersesat, ketepatan informasi layanan, jumlah keluhan yang selesai, kualitas pendampingan kelompok rentan, hingga kepuasan jemaah yang diukur dengan metode yang rapi.

Tanpa hal itu, negara akan mudah terjebak pada ilusi karena seragam terlihat rapi, layanan dianggap pasti membaik.

Saya tidak sedang berargumen bahwa TNI Polri tidak boleh terlibat sama sekali. Dalam kerumunan besar dan situasi berisiko, unsur keamanan bisa menjadi penguat,”

kata Achmad.

Tetapi, sambungnya, garisnya harus tegas, penguatan perlindungan jemaah dan kedaruratan, bukan pengambilalihan layanan inti. Jika tujuan pemerintah adalah peningkatan kualitas layanan, fokus kebijakannya seharusnya kembali ke reformasi yang membangun kapasitas, bukan mengganti aktor.

Pembenahan Seleksi Petugas Sipil

Achmad pun meminta adanya pembenahan seleksi petugas sipil yang berbasis kompetensi dan integritas, dan perkuat pelatihan yang menyentuh komunikasi layanan dan manajemen krisis, rapikan SOP dan evaluasi, membuat insentif yang memuliakan kinerja pelayanan, lalu tempatkan unsur keamanan sebagai mitra dalam domain yang tepat.

Dengan demikian, disiplin tidak lagi menjadi atribut institusi tertentu, melainkan hasil dari sistem yang bekerja.

Di titik itulah kita bisa menjawab pertanyaan awal dengan jernih. Pelibatan TNI Polri bisa sejalan dengan prinsip layanan publik sipil bila ia dibatasi pada fungsi perlindungan yang jelas, akuntabel, dan berada dalam kerangka kendali sipil,”

papar Achmad.

Namun jika dibiarkan menjadi dominasi, ia berpotensi memundurkan agenda reformasi birokrasi, mematikan pengembangan kapasitas ASN, dan menggeser pendekatan layanan dari melayani jemaah menjadi mengendalikan jemaah.

Tak Sejalan dengan Layanan Publik Sosial-Keagamaan

Sementara itu, Pengamat dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai, secara prinsip, dominasi aparat keamanan tidak sepenuhnya sejalan dengan karakter penyelenggaraan haji sebagai layanan publik sosial-keagamaan.

Penyelenggaraan haji adalah layanan publik sipil berbasis pelayanan sosial dan keagamaan, bukan fungsi keamanan. Reformasi birokrasi pasca 1998 justru bertujuan menarik negara keluar dari pendekatan koersif menuju pendekatan pelayanan,”

ujar Ronny kepada owrite.

Menurutnya, jika dominasi aparat keamanan diperluas tanpa batas yang jelas, kebijakan tersebut berisiko menjadi kemunduran dari agenda demiliterisasi urusan sipil yang selama ini menjadi fondasi reformasi sektor publik di Indonesia.

Ronny mengingatkan, bahwa risiko terbesar dari pelibatan masif TNI–Polri dalam penyelenggaraan haji adalah pergeseran paradigma.

Haji adalah pengalaman religius yang sarat emosi, kerentanan fisik, dan kebutuhan empati. Pendekatan hierarkis dan komando, yang lazim dalam institusi militer, berpotensi mengubah relasi pelayanan menjadi relasi pengendalian,”

katanya.

Ia menilai, pendekatan semacam itu bisa mengikis rasa aman psikologis jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dan kelompok rentan, yang justru membutuhkan pendampingan berbasis kesabaran, empati, dan sensitivitas budaya.

Aparat keamanan, lanjut Ronny, memang unggul dalam ketertiban dan kepatuhan. Namun pelayanan haji menuntut kompetensi yang berbeda, seperti komunikasi interpersonal, fleksibilitas, kemampuan menangani situasi emosional, serta pemahaman konteks sosial-keagamaan jemaah.

Tanpa pelatihan khusus pelayanan sosial-keagamaan, ada risiko jemaah diperlakukan sebagai objek pengaturan, bukan subjek yang dilayani,”

paparnya.

Lalu, bagaimana soal disiplin dan ketangguhan persepsi politik?

Alasan utama yang sering dikemukakan untuk melibatkan TNI–Polri adalah disiplin dan ketangguhan fisik. Namun Ronny menilai, argumen ini lebih bersifat persepsi politik daripada kesimpulan berbasis data.

Tidak ada bukti, bahwa secara sistemik petugas sipil haji kurang disiplin atau tidak tangguh. Banyak masalah haji justru bersumber pada desain kebijakan, koordinasi antar lembaga, sistem logistik, dan tata kelola, bukan semata kualitas individu petugas,”

tegas Ronny.

Ia juga menekankan, bahwa hingga kini belum ada bukti empiris kuat bahwa pelibatan penuh TNI–Polri otomatis meningkatkan kualitas layanan haji.

Pengalaman internasional justru menunjukkan, bahwa layanan haji yang baik ditopang oleh manajemen sipil profesional, sistem digital yang andal, dan pelatihan pelayanan yang manusiawi.

Tanpa desain kebijakan yang matang, pelibatan aparat justru bisa memunculkan masalah baru seperti miskomunikasi, ketegangan sosial, bahkan resistensi dari jemaah,”

tambahnya.

Ronny pun menyoroti implikasi kebijakan tersebut terhadap profesionalisme aparatur sipil negara (ASN), khususnya di Kementerian Agama atau lembaga penyelenggara haji.

Pengembangan Kapasitas ASN Bakal Melempem

Jika peran strategis petugas sipil terus digeser, maka insentif pengembangan kapasitas ASN akan melemah. Jalur karier bisa buntu, motivasi menurun, dan negara gagal membangun institusi sipil yang kompeten.

Dalam jangka panjang, negara justru menjadi tergantung pada aparat keamanan untuk fungsi non-keamanan,”

ujarnya.

Selain itu, normalisasi peran militer dan polisi dalam layanan publik dinilai berisiko mengaburkan batas antara fungsi keamanan dan fungsi sipil dalam negara demokratis.

Dalam demokrasi, militer dan polisi tunduk pada prinsip subsidiaritas, terlibat hanya jika dibutuhkan, bersifat temporer dan fungsional, bukan menggantikan peran sipil,”

tegas Ronny.

Ronny menilai, solusi paling rasional untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji bukanlah mengganti petugas sipil dengan aparat keamanan, melainkan mereformasi sistem yang ada.

Reformasi itu, menurutnya, meliputi peningkatan pelatihan berbasis pelayanan jemaah, seleksi petugas berbasis kompetensi dan empati, sistem insentif yang adil dan transparan, serta evaluasi kinerja berbasis data.

Mengganti petugas sipil dengan aparat keamanan adalah solusi instan, tetapi tidak menyentuh akar masalah tata kelola.

Negara yang kuat bukan negara yang mengandalkan militer untuk semua urusan, melainkan negara yang mampu membangun birokrasi sipil yang profesional, disiplin, dan manusiawi,”

pungkasnya.
Tag:Ibadah hajipetugas hajiPolriPrabowo SubiantoPresidenSpillTNI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Sejumlah kendaraan melintas tol Cipali Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.
Nasional

Polri Berlakukan One Way Nasional Arus Balik di KM 414 Kalikangkung – KM 70 Cikatama

Polri resmi memberlakukan skema one way nasional pada puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Skema ini diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama. Kapolri…

By
Rahmat
Dusep
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas (kiri) tiba di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Soal Potensi Yaqut jadi Tahanan Rumah Lagi, Jawaban KPK Bikin Gregetan!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menahan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, setelah sebelumnya sempat menjadi tahanan rumah. Pengalihan penahanan Yaqut dilakukan setelah ia mengajukan permohonan ke KPK pada…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau pusat wisata sekaligus memantau persiapan pengamanan arus balik di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa, 24 Maret 2026.
Nasional

Tinjau Arus Balik di Bali, Kapolri Instruksikan Mitigasi Cuaca Ekstrem

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran untuk memberikan pelayanan optimal dan memitigasi potensi cuaca ekstrem selama periode arus balik Lebaran 2026. Hal tersebut ditegaskan oleh Kapolri usai meninjau…

By
Adi Briantika
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi mudik lebaran dengan kereta (sumber: PT KAI)
Nasional

Arus Balik Membludak: Tiket KA Jarak Jauh Ludes, Penumpang Tembus 101% dari Kapasitas

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, sebanyak 4.195.627 tiket sudah terjual pada…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Sejumlah kendaraan pemudik melaju di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Rekayasa One Way Lokal di Tol Semarang-Kalikangkung Diberlakukan

Kepadatan mulai terjadi pada arus balik di Jalan Tol Semarang pada Selasa,…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
2 jam lalu
Warga mengarak Ogoh-ogoh jelang Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di Desa Adat Tuban, Badung, Bali
Nasional

Konflik Global Ancam Devisa Pariwisata Hingga Rp184 Miliar Sehari, Kemenpar Siapkan Langkah Ini

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga momentum pertumbuhan sektor…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
4 jam lalu
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.
Nasional

Macet Horor 45 Km di Gilimanuk, Pemerintah Didesak Perluas Mudik Gratis ke Jawa Timur

Pelaksanaan mudik Lebaran 2026, Pelabuhan Gilimanuk di Bali mengalami kelumpuhan parah dengan…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up