Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bergerak cepat membentuk satgas KKP, sebagai aksi tanggap dan peduli bencana Sumatera.
Satgas tersebut dipimpin oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan, Pung Nugroho Saksono, sebagai Dansatgas (Komandan Satuan TugasKomandan Satuan Tugas).
Hal itu disampaikan Menteri KKP Sakti Trenggono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu 14 Januari 2026.
Langkah taktis yang dilakukan dengan pembentukan satgas tanggap bencana di tiga lokasi strategis, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, dan BPSPL Padang, Sumbar,”
ujar Trenggono seperti dikutip dari YouTube DPR RI, Rabu 14 Januari 2026.
Selain itu, pihaknya juga mengerahkan armada kapal pengawas dan pesawat untuk evakuasi dan distribusi logistik, bahan makan, air bersih, obat obatan, pakaian, ikan beku, dan ikan kaleng untuk memnuhi kebutuhan gizi.
Sebagai wujud kepedulian, pihaknya juga mengerahkan 1142 taruna dan taruni dari satuan KKP untuk terjun langsung ke lokasi bencana.
Tugasnya membersihkan fasilitas umum dan memberikan layanan trauma healing,”
jelasnya.
Trenggono mengatakan pihaknya juga melakukan pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur perikanan dan pengolahan ikan. Serta pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan hasil survey lapangan, bencana di Sumatera berdampak langsung pada kehidupan nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah ikan di tiga provonsi terdampak.
Dari 3 provinsi dan 39 kabupaten kota, nelayan yang ada 8.368, pembudiaya ikan ada 27.879, pengolah ikan sebanyak 1.431, kapal rusak karena hilang 3.612, tambak yang hilang ada 30.723 hektar, dan UPI yang rusak 396,”
tandasnya.


