Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / SBY Cemas Perang Dunia Ketiga, Bandingkan Situasi Global dengan 1914 dan 1939
Nasional

SBY Cemas Perang Dunia Ketiga, Bandingkan Situasi Global dengan 1914 dan 1939

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 19, 2026 6:55 pm
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: presidenyudhoyonoalbum)
SHARE

Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi global yang menurutnya tengah bergerak menuju prahara besar.

Daftar isi Konten
  • SBY: Ancaman Perang Dunia Ketiga Itu Nyata
  • Kemiripan Situasi Global dengan Dua Perang Dunia
  • Dampak Mengerikan Jika Perang Dunia Terjadi
  • SBY Dorong PBB Gelar Sidang Darurat

SBY menyebut potensi terjadinya perang dunia sebagai ancaman nyata yang patut diwaspadai umat manusia.

Melalui unggahan di media sosial X, SBY mengungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir ia mencermati perkembangan dunia, terutama dinamika global yang semakin intens dalam beberapa bulan terakhir.

Dengan latar belakang panjang di bidang geopolitik, perdamaian, dan keamanan internasional, SBY mengaku sulit menepis rasa cemas terhadap situasi saat ini.

SBY: Ancaman Perang Dunia Ketiga Itu Nyata

Dalam pernyataannya, SBY secara terbuka menyebut kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga. Ia mengakui ancaman tersebut bukan sekadar spekulasi, meskipun masih ada peluang untuk mencegahnya.

Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,”

ujarnya, Senin, 19 Januari 2026.

SBY menegaskan bahwa meskipun perang dunia masih bisa dicegah, waktu dan ruang untuk melakukan pencegahan itu semakin terbatas.

Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit,”

katanya.

Kemiripan Situasi Global dengan Dua Perang Dunia

SBY kemudian membandingkan kondisi dunia saat ini dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama (1914–1918) dan Perang Dunia Kedua (1939–1945). Ia melihat adanya pola sejarah yang kembali berulang.

Di antaranya adalah kemunculan pemimpin-pemimpin kuat dengan ambisi konflik, terbentuknya blok-blok negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer secara masif, serta eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin panas.

Ia juga menyoroti kegagalan dunia di masa lalu dalam merespons tanda-tanda awal perang besar.

Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. “Mengapa? Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya,”

tutur politikus senior Partai Demokrat itu.

Dampak Mengerikan Jika Perang Dunia Terjadi

Secara personal, SBY mengaku terus berdoa agar skenario terburuk itu tidak menjadi kenyataan. Ia mengingatkan dampak mengerikan jika perang dunia, terlebih perang nuklir, benar-benar terjadi.

Korban jiwa bisa mencapai lebih dari 5 milyar manusia. Tidak ada peradaban yang tersisa dan musnahnya harapan manusia.”

ujarnya.

Namun, menurutnya doa saja tidak cukup tanpa upaya nyata dari umat manusia.

Tapi tidak cukup dengan doa satu, dua orang. Andaikata 8,3 miliar manusia penghuni bumi juga berdoa secara khusyuk, Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,”

ungkapnya.

SBY menegaskan bahwa meskipun ruang pencegahan semakin sempit, harapan untuk menyelamatkan dunia masih ada. Ia mengajak semua pihak untuk bersuara dan bertindak.

Mari kita berbicara dan berupaya. Ingat kata-kata Edmund Burke dan Albert Einstein yang intinya mengatakan bahwa kehancuran dunia bukan disebabkan oleh orang-orang jahat, tetapi karena orang-orang baik membiarkan orang-orang jahat menghancurkan dunia. Atau juga, kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang,”

paparnya.

SBY Dorong PBB Gelar Sidang Darurat

Sebagai langkah konkret, SBY mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil inisiatif dengan menggelar Sidang Umum Darurat PBB (Emergency UN General Assembly). Forum ini diharapkan membahas langkah nyata mencegah krisis global berskala besar, termasuk potensi perang dunia.

Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,”

ungkapnya.

Ia menyadari bahwa seruan tersebut mungkin saja diabaikan, namun tetap menilai upaya itu penting sebagai titik awal kesadaran kolektif dunia.

Mungkin saja, seruan para pemimpin sedunia itu “bagai berseru di padang pasir”. Artinya, tak akan diindahkan. Tetapi, mungkin juga itu awal dari kesadaran, kehendak, dan langkah-langkah nyata dari bangsa-bangsa sedunia untuk menyelamatkan dunia yang kita cintai ini. Ingat, if there is a will, there is a way,”

tutup cuitan SBY.

Tag:ancamanPerang Dunia KetigaSBYSemakin PanasSituasi Global
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi penumpang melalui kapal penyebrangan ASDP
Nasional

Antisipasi Arus Balik, Pemerintah Siapkan Skema Baru di Pelabuhan

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, bergerak cepat melakukan evaluasi sejumlah titik krusial setelah puncak arus mudik Lebaran 2026 terlewati. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus balik, khususnya di lintas penyeberangan Sumatra–Jawa,…

By
Hadi Febriansyah
Ivan
4 Min Read
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan sistem satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah.
Nasional

Polri Siapkan Skema One Way Lokal saat Arus Balik 23 Maret 2026, Catat Titiknya  

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal memberlakukan skema one way lokal saat…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
18 jam lalu
gambar Ilustrasi
Nasional

Jejak Oknum Aparat Dari Kritik ke Teror Hingga Catatan Kasus Kriminal, Negara Gagal Lindungi Warganya?

Kamis, 12 Maret 2026, menjadi catatan kelam bagi kebebasan sipil. Ruang berekspresi…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin Suciady
By
Rahmat
Amin Suciady
2 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) memberikan pembaruan kondisi Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus setelah disiram air keras, di kantor YLBHI
Nasional

Tolak Peradilan Militer Kasus Andrie Yunus, PSHK Gaungkan Prinsip Yurisdiksi Fungsional

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menolak penanganan kasus percobaan pembunuhan…

owrite-adi-briantikaIvan OWRITE
By
Adi Briantika
Ivan
3 hari lalu
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mendesak pemerintah untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dalam kasus Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus, Rabu, 18 Maret 2026.
Nasional

Investigasi TAUD Kasus Andrie Yunus: Bukan Empat, Tapi Belasan Terduga Pelaku dalam Operasi Besar

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) telah melakukan investigasi independen kasus serangan air…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up