Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman) Nusantara Bersatu, Andi Azwan, menilai ada beberapa aspek yang menyebabkan isu dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) terus bergulir. Aspek tersebut adalah, isu yang sengaja terus dipelihara, aspek politik, dan aspek hukum.
Satu, memang dipelihara. Yang kedua, politiknya sangat kental. Yang ketiga, aspeknya hukum,”
ujar Andi Azwan kepada owrite baru-baru ini.
Menurutnya, isu dugaan ijazah palsu Jokowi tersebut juga ada kaitannya dengan kepentingan di pemilu 2029 yang akan datang.
Terlebih, Kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada pemilu 2024 lalu banyak di-backup juga oleh pendukung-pendukung Jokowi.
Jadi begini, kita paham lah. Kemenangan Pak Prabow-Gibran ini kan banyak di-backup juga oleh pendukung-pendukung Pak Jokowi,”
kata Andi.
Hingga saat ini, sambungnya, jumlah relawan Jokowi terhitung masih cukup banyak. Andi menyatakan, bahwa para relawan tersebut tetap mendukung Jokowi meskipun tanpa ada imbalan apapun, karena mereka menilai kinerja Jokowi yang bagus.
Salah satu contoh yang dirasakan manfaatnya adalah pembangunan yang dilakukan terutama di Indonesia bagian timur.
Semua Indonesia bagian timur, contohnya di Papua. Baru di zaman Pak Jokowi Papua merasakan harga bensin pertalite sama dengan di Jawa, pertamax sama dengan di Jawa, gas sama dengan di Jawa. Dulu (di Papua) Rp50.000, Rp30.000. Artinya apa? Logistik di Papua itu infrastrukturnya sudah terjangkau,”
jelasnya.
Ditambahkan Andi, tipikal Jokowi adalah konseptor dan eksekutor. Hal itu yang dibutuhkan untuk seseorang menjadi pemimpin dan bisa mengawasi secara langsung terkait kinerja pembangunan dan para bawahannya.
Tidak asal-asalan personalnya, dan itu yang menarik. Sehingga mereka benar-benar bekerja. Makanya kan ada tagline, kerja, kerja, kerja,”
tandasnya.


