Anggota Komisi VIII DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid, mengingatkan pemerintah agar berhati-hati terhadap dampak Perjanjian Dagang Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Menurutnya, beberapa ketentuan dalam perjanjian tersebut berpotensi menghapus kewajiban sertifikasi halal serta pencantuman label nonhalal bagi sejumlah produk impor asal Amerika Serikat.
Jangan sampai perjanjian dagang resiprokal (ART) dengan AS itu malah dalam praktiknya tidak resiprokal, karena merugikan Indonesia dengan tidak dihormatinya hukum tentang Jaminan Produk Halal yang masih berlaku,”
ujar Hidayat di Jakarta, Kamis 26 Februari 2026.
Potensi Gangguan terhadap Daya Saing Industri Halal
Hidayat menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki posisi penting dalam peta ekonomi halal global. Berdasarkan laporan Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 2024, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia di sektor halal, setelah Malaysia dan Arab Saudi.







