Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, memastikan dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing akan diusut hingga tuntas.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri ajang Asian Cadet dan Junior Fencing Championship 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di dunia olahraga nasional tidak akan ditoleransi, karena perlindungan serta keselamatan atlet merupakan prioritas utama pemerintah.
Sebagai langkah konkret, Kemenpora menggagas saluran pengaduan bagi atlet yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual. Laporan dapat dikirimkan melalui email pengaduan.atlet@kemenpora.go.id.
Setiap laporan yang masuk akan diproses secara profesional dan transparan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan lingkungan olahraga yang aman, sehat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.
Saya akan pastikan kalau ada oknum-oknum yang melakukan pelecehan seksual kepada atlet kita, saya akan dorong tim bekerja keras untuk investigasi dan hukum seumur hidup (larangan terlibat di olahraga), dan kalau perlu dibawa ke polisi,”
ujar Erick.
Perlindungan Atlet Jadi Prioritas
Kasus dugaan pelecehan dan kekerasan fisik ini mendapat perhatian luas publik karena atlet dinilai sebagai aset bangsa yang harus dijaga secara fisik maupun mental.
Sebelumnya, Erick Thohir menyatakan kesiapan Kemenpora untuk bekerja sama dengan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), atlet, serta keluarga yang terdampak. Dukungan yang diberikan meliputi pendampingan hukum maupun psikologis.
Ia juga mengimbau seluruh atlet dari cabang olahraga manapun yang pernah atau sedang menjadi korban kekerasan seksual untuk tidak ragu melapor melalui email resmi yang telah disediakan.
Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menyambut baik kebijakan yang diambil Kemenpora. Menurutnya, layanan pengaduan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi atlet Indonesia.
Saya setuju dan mengapresiasi langkah yang diambil Pak Menpora dengan membuat layanan pengaduan untuk atlet yang mendapat pelecehan seksual dan kekerasan fisik. Ini adalah langkah yang tepat untuk memberikan perlindungan terhadap atlet. Karena kita menginginkan iklim olahraga yang aman bagi para atlet dan bebas dari kekerasan dalam bentuk apapun,”
kata Yenny.
Yenny juga menegaskan komitmen FPTI dalam menindak tegas setiap laporan pelanggaran etik.
Saya selaku Ketua Umum PP FPTI telah menerima laporan dugaan pelanggaran etik dan langsung bergerak cepat untuk melindungi para atlet.Federasi di bawah kepemimpinan saya berkomitmen untuk melindungi semua korban serta menegakkan prinsip zero tolerance terhadap tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik,”
tutur Yenny.



