Pakar militer dan analis pertahanan, Connie Rahakundini Bakrie, menyarankan agar Indonesia mempertimbangkan untuk keluar dari Board of Peace (BOP) di tengah eskalasi konflik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang ditujukan kepada Presiden RI, Connie menilai dinamika geopolitik global saat ini bisa menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk kembali menegaskan posisi non-blok.
Menurut saya Pak, dengan segala hormat ya, ini kayaknya kesempatan exit door nih buat Indonesia keluar dari Board of Peace. Karena Board of Peace menurut saya sudah lagi bukan judulnya Board of Peace tapi jadi Board of War dengan kejadian ini,”
ujar Connie dilansir dari akun Instagram pribadinya.
Kembali ke Prinsip Non-Blok Dinilai Lebih Strategis
Connie menegaskan bahwa keluar dari BOP bukanlah bentuk sikap antipati, melainkan langkah taktis agar Indonesia tidak terseret lebih jauh dalam pusaran konflik global yang berisiko terhadap kepentingan nasional.
Jadi tolong Pak Prabowo kita perlu exit door ya Pak ya. Mending ini dijadikan exit door dan kita kembalilah kepada posisi kita non alignment atau non block tadi. Karena kita akan lebih cantik mainnya, lebih indah mainnya dan lebih firm mainnya,”
lanjutnya.
Menurutnya, dengan kembali pada semangat non-alignment atau non-blok seperti dalam gerakan Non-Aligned Movement, Indonesia dapat bersikap lebih independen dan tegas dalam menghadapi konflik internasional.
Pertimbangan Anggaran hingga Kesiapan Militer
Selain aspek politik luar negeri, Connie juga menyoroti faktor teknis dan strategis apabila Indonesia tetap berada dalam BOP.
Ia menilai perlu evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan nasional, mulai dari anggaran hingga infrastruktur pertahanan.
Pertama soal uang, soal anggaran. Yang kedua bagaimana tentang training kita, equipment kita, personil kita, infrastruktur kita, logistik kita, information system kita, kemudian doktrin kita sendiri gimana Pak,”
tegasnya.
Menurut Connie, keputusan strategis di tengah konflik global tidak bisa dilepaskan dari kesiapan riil militer dan pertahanan nasional.
Soroti Kompleksitas Konflik Gaza
Ia juga menyinggung kompleksitas konflik di kawasan seperti Gaza yang memiliki karakteristik peperangan perkotaan (urban warfare) dengan tingkat eskalasi ancaman yang sulit diprediksi.
Karena walaupun ada aturan ini buat kemanusiaan segala macam, Pak, Gaza itu konfliknya beda Pak, area itu beda, urban warfare-nya itu akan berbeda sangat dan eskalasi ancaman itu akan tidak bisa sangat,”
katanya.
Situasi tersebut, menurut Connie, semakin mempertegas urgensi Indonesia untuk menentukan posisi strategis secara hati-hati agar tidak salah langkah dalam dinamika geopolitik global.
Di akhir pernyataannya, Connie kembali menegaskan pandangannya agar Indonesia mempertimbangkan mundur dari Board of Peace dan kembali pada prinsip non-blok demi menjaga independensi serta kepentingan nasional di tengah ketidakpastian global.




