Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut skema one way nasional arus balik kemungkinan akan diperpanjang hingga Rabu, 25 Maret 2026. Sebelumnya, Polri bersama pemerintah resmi memberlakukan one way nasional pada Selasa, 24 Maret 2026.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, volume kendaraan masih tinggi dari arah Trans Jawa menuju Jakarta. Karena itu, skema one way nasional berpeluang diberlakukan kembali.
Kemungkinan one way akan kita perpanjang. Jadi tanggal 24 termasuk tanggal 25. Sampai tanggal 25, hasil analisis dan pemantauan teknologi digital dari udara masih tinggi. Kami akan membuka one way nasional arus balik yang ketiga. Jadi ini sangat dinamis,”
ucap Agus, Rabu, 25 Maret 2026.
Polri memberlakukan one way nasional karena puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026. Diperkirakan sebanyak 270.000 kendaraan melintas pada periode arus balik ini.
Agus merinci, sebanyak 33 persen kendaraan telah melintas dari arah Jawa Barat menuju Cikampek. Arus tersebut dapat diurai dengan baik berkat optimalisasi jalur fungsional Tol Japek II yang menghubungkan Cipularang hingga Sadang.
Menurutnya, skema lalu lintas ini efektif memecah kepadatan menuju Cikampek KM 66. Aliran kendaraan tersebar dari Sadang, Deltamas, hingga Setu sebelum terhubung ke ruas dalam kota melalui JORR.
Khusus dari Jawa Barat yang mencapai 33 persen, alhamdulillah lancar karena fungsi Tol Japek II dari Cipularang masuk ke Sadang yang memecah arus hingga Cikampek kilometer 66. Dari Sadang, Deltamas sampai Setu, kemudian bertemu di kota melalui JORR. Maka dari itu arus balik hari ini cukup terkendali. Saat ini kami berada di Pos Banyumanik yang cukup padat, sehingga Jawa Tengah juga memberlakukan one way lokal,”
ucap Agus.
Terpisah, Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, mengatakan volume kendaraan meningkat 49,15 persen sejak H+2 Idul Fitri dari wilayah timur Trans Jawa menuju Jakarta.
Tercatat sebanyak 75.837 kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa atau meningkat 197,66 persen dari lalu lintas normal sebanyak 25.478 kendaraan. Tingginya volume lalu lintas ini menunjukkan arus balik masih berlangsung dan diperkirakan terus meningkat,”
ungkap Ria.
Ria merinci, kendaraan menuju wilayah timur Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 164.271 kendaraan, naik 93,27 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 84.997 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan rincian sebagai berikut:
Jawa Tengah
A. GT Kalikangkung
Kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 101.774 kendaraan (naik 112,03 persen dari normal 48.000 kendaraan). Sementara kendaraan menuju Semarang tercatat 99.866 kendaraan (naik 116,23 persen dari normal 46.186 kendaraan).
B. GT Banyumanik
Arus menuju Jakarta tercatat 117.451 kendaraan (naik 91,96 persen dari normal 61.186 kendaraan). Sementara arah Solo mencapai 138.312 kendaraan (naik 94,84 persen dari normal 70.986 kendaraan).
Jawa Timur
A. GT Warugunung
Kendaraan menuju Jakarta tercatat 105.746 kendaraan (naik 85,13 persen dari normal 57.121 kendaraan). Sementara arah Surabaya mencapai 105.950 kendaraan (naik 68,79 persen dari normal 62.772 kendaraan).
B. GT Kejapanan Utama
Sebanyak 115.654 kendaraan menuju Surabaya (naik 44,90 persen dari normal 79.818 kendaraan), dan 117.832 kendaraan menuju Malang (naik 57,93 persen dari normal 74.608 kendaraan).
C. GT Singosari
Kendaraan menuju Surabaya tercatat 65.274 kendaraan (naik 51,65 persen dari normal 43.042 kendaraan). Sementara arah Malang mencapai 61.873 kendaraan (naik 43,84 persen dari normal 43.014 kendaraan).



