Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Rekrutmen 30 Ribu SPPI oleh Kemhan Picu Kecurigaan, Kopdes Merah Putih Dikelola Ala Militer?
Nasional

Rekrutmen 30 Ribu SPPI oleh Kemhan Picu Kecurigaan, Kopdes Merah Putih Dikelola Ala Militer?

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 25, 2026 12:38 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Seorang Bintara Pembina Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (19/2/2026). Kementerian Koperasi menyatakan telah selesai membangun sebanyak 1.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dari target 80 ribu unit. (ANTARA FOTO/Andry Denisah/foc.)
SHARE

Rencana Kementerian Pertahanan merekrut 30 ribu Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk mengelola Koperasi Desa Merah Putih memunculkan polemik. 

Langkah ini dinilai bukan sekadar urusan efektivitas birokrasi, melainkan kental dengan nuansa politis dan upaya mengamankan program strategis Presiden Prabowo melalui sistem komando militer.

Pengamat Politik dari Citra Institute, Efriza, menilai pelibatan Kemhan dan TNI yang merambah hingga ke ranah ekonomi pedesaan memiliki dua sisi. 

Pertama, pemerintah membutuhkan aparatur yang memiliki jangkauan teritorial terkuat hingga ke level terbawah demi percepatan program. Kedua, langkah ini menyingkirkan peran sipil dan ahli di bidang agribisnis maupun koperasi.

Kalau seandainya sipil, yang dikhawatirkan adalah sifatnya terbuka (banyak perdebatan). Sementara TNI sifatnya komando. Jadi memang di balik itu ada niat supaya program strategis Prabowo berstatus sistem komando hierarkis. Sangat mudah dikontrol, diawasi, dan mendapat kepastian program berjalan cepat,”

kata Efriza, kepada owrite, Rabu, 25 Maret 2026. 

Efriza menjelaskan, ketergantungan Presiden Prabowo pada instrumen militer tidak terlepas dari latar belakangnya, serta posisinya yang dikelilingi oleh purnawirawan di lingkar inti kekuasaan, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Pelibatan militer dalam program seperti Kopdes dan Badan Gizi Nasional (BGN) adalah cara pemerintah meredam gejolak dan penolakan dari publik.

Siapa yang berani untuk menggugat BGN lebih jauh? Siapa yang berani berteriak tentang program makan bergizi gratis? Tidak bisa, bukan? Supaya mengamankan program strategis pemerintah, ya, dengan menggunakan militer,”

ucap Efriza. 

Dia pun menyoroti perihal pengerahan prajurit atau struktur Kementerian Pertahanan untuk mengurus koperasi desa sudah melenceng jauh dari tugas pokok militer. Ia membantah argumen yang menyebut hal ini masuk dalam kategori Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Dari mulai proposal, pelaporan, sampai pengawasan ada di tingkat TNI. Itu terlalu jauh masuk ke ranah ekonomi. Ini mirip seperti Orde Baru. Kalau dulu ‘Militer Masuk Desa’, kalau ini ‘Militer Masuk Kopdes’,”

tegas Efriza.

Kondisi ini berpotensi menciptakan ketegangan dan intimidasi secara birokratis di tingkat akar rumput. Kehadiran aparat di urusan ekonomi desa ditakutkan menjadi alat tekan yang membuat aparat desa tidak berdaya.

Maka (pemerintah) desa-desa tidak bisa banyak berbicara. Dipotong anggarannya untuk Kopdes atau apa pun, akhirnya (pemerintah desa) terkesan mengiyakan saja karena adanya aparat keamanan sebagai alat tekan. Itu yang dikhawatirkan publik,”

papar dia. 

Perluasan Penugasan

Awalnya, Calon SPPI yang mendaftar akan melalui proses seleksi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan. Mereka yang lolos bakal menempati posisi manajer di Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah. 

Seluruh sarjana maupun magister dari semua jurusan bisa mendaftar. Perekrutan SPPI ini dijadwalkan bakal dimulai pada Juni 2026. Mereka akan menjadi tenaga pengawak bagi 80 ribu koperasi yang ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus tahun ini.

Namun, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait berkata perluasan peran tersebut, kini sedang dimatangkan bersama lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah juga tengah merumuskan skema penempatan dan penugasan SPPI yang lebih luas dalam berbagai program prioritas nasional, sehingga tidak terbatas pada Koperasi Desa Merah Putih saja,”  

kata Rico kepada owrite.

Mengingat cakupan tugas SPPI yang direncanakan semakin luas dan melibatkan banyak sektor, Rico menekankan pentingnya sinkronisasi kewenangan antar-instansi. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih peran saat para sarjana ini diturunkan ke lapangan.

Seluruh proses ini dilakukan melalui koordinasi erat antar kementerian/lembaga untuk memastikan adanya sinkronisasi peran, tata kelola yang jelas, serta dukungan kelembagaan di tingkat pusat dan daerah,”

ucap Rico.

Tag:BGNKemhanKopdesMiliterprabowoSarjana Penggerak Pembangunan IndonesiaTNI
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Geger Pengakuan BEM UBK soal Duit Demo, Gibran Diminta Buka Fakta Sebenarnya, Berani?
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026).
1
Sadis Aniaya Pacar, Taufik Akan Diperiksa Kejiwaan dan Ditahan di Sel Khusus
By Rahmat Baihaqi
Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung.
2
Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
3
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
4
Prabowo Ungkap Ciri Koruptor: Biasanya Orang Pintar Tahu Cara Mencuri
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo hadir dalam Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan, di Gorontalo, 24 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Orang tua siswa berdiri di depan layar informasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul (Maung) di SMKN 1 Cimahi, Jawa Barat, Selasa (26/5/2026).
Nasional

Fenomena Aneh Terungkap, Ribuan Kursi PTN Terancam Kosong karena Peserta Menghilang

Tingginya jumlah peserta yang lolos seleksi perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
55 menit lalu
Wakil Rektor UI Prof Hamdi Muluk.
Nasional

Kesenjangan Masuk Kampus Jadi Alarm, DPR Bongkar Masalah Akses Pendidikan Tinggi

Kesenjangan akses pendidikan tinggi di Tanah Air jadi sorotan DPR RI dan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna menjelaskan pertemuan tertutup Menkeu Purbaya dengan JA ST Burhanuddin.
Nasional

100 SPPG Diduga Bodong, Lokasinya Ada di Hutan hingga Tengah Kuburan, Mau Kasih Makan Hantu?

Sebanyak 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga fiktif tersebar di kawasan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Baihaqi
Amin Suciady
2 jam lalu
Ilustrasi Uang Rupiah.
Nasional

Dapat Anggaran Rp310 M, Setjen Kementrans Pakai 97 Persen untuk Urusan Internal

Kementerian Transmigrasi mengusulkan pagu indikatif sebesar Rp310,63 miliar untuk Sekretariat Jenderal pada…

Rika Pangestidusep-malik
By
Rika Pangesti
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up