Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali memberlakukan skema one way arus balik tahap dua dari KM 263 Pejagan hingga KM 70 Cikampek, pada Jumat, 27 Maret 2026.
Kebijakan ini diterapkan menyusul peningkatan volume kendaraan di ruas tol menjelang arus balik gelombang kedua yang diprediksi terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, skema one way arus balik diprioritaskan bagi kendaraan dari arah Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Tentunya ini kaitannya dengan bagaimana tata kelola manajemen lalu lintas untuk memprioritaskan arus balik yang datangnya dari Trans Jawa, khususnya Semarang Raya, Solo, Jogja, dan Jawa Timur,”
ucap Agus, Jumat, 27 Maret 2026.
Sebelumnya, Polri telah memberlakukan skema one way secara bertahap, mulai dari KM 132 hingga KM 70 Cikampek, kemudian diperpanjang dari KM 188 hingga KM 70, dan kini tahap dua dari KM 263 hingga KM 70.
Agus menambahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan menerapkan one way nasional apabila volume kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung terus meningkat.
Apabila situasional di Kalikangkung, indikatornya sudah mendekati 4.000 kendaraan, kemungkinan akan dibuka one way nasional hari ini. Ini masih situasional dan dilakukan bertahap untuk mengurai kepadatan,”
ungkap Agus.
Terpisah, Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo mengatakan pihaknya mengoperasikan 22 gardu untuk melayani arus kendaraan menuju Jakarta.
Jumlah tersebut dapat ditingkatkan hingga 26 gardu secara situasional.
JTT akan terus melakukan penyesuaian pengoperasian gardu, termasuk peningkatan kapasitas hingga 26 gardu guna mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas,”
ujar Ria.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 juta orang atau 50,60 persen dari total penduduk Indonesia. Sebanyak 3,5 hingga 3,6 juta kendaraan di antaranya melintas di jalan tol.
Sebelumnya, Kakorlantas Polri menyebut masih ada 42 persen pemudik yang belum kembali ke Jakarta berdasarkan catatan pada Kamis, 27 Maret 2026.
Artinya, sekitar 1.512.000 orang diperkirakan akan kembali pada gelombang kedua arus balik yang berlangsung hingga 29 Maret 2026.



