Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 25 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Ancaman PHK Ribuan PPPK 2027: Pusat Ciptakan “Constrained Mandate” bagi Daerah
Nasional

Ancaman PHK Ribuan PPPK 2027: Pusat Ciptakan “Constrained Mandate” bagi Daerah

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: Maret 27, 2026 3:59 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
4 bulan lalu
Share
Ilustrasi ASN saat apel.
Ilustrasi ASN saat apel. (Sumber: Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/agr)
SHARE

Tenggat waktu pemberlakuan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD pada 2027 yang diamanatkan Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD) memunculkan kontradiksi. 

Di satu sisi, pemerintah pusat gencar merekrut dan menjanjikan penyelesaian status honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Di sisi lain, beban penggajian dilemparkan ke daerah yang instrumen fiskalnya tengah dibatasi.

Kondisi ini memicu kekhawatiran potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal bagi ribuan tenaga PPPK di berbagai daerah yang postur APBD-nya tak mampu memenuhi ambang batas 30 persen.

Menyoroti anomali relasi pusat dan daerah ini, Ketua Pusat Studi Center for Public Policy & Management Studies (CPMS) Universitas Katolik Parahyangan, Tutik Rachmawati, berpendapat situasi ini bukanlah bentuk unfunded mandate (mandat tanpa dukungan dana) dalam artian klasik, melainkan sebuah constrained mandate.

Yang terjadi bukan pusat menambah kewajiban layanan baru, melainkan pusat membatasi instrumen fiskal daerah (belanja pegawai) sementara kewajiban layanan publik tetap, bahkan meningkat. Jadi bukan unfunded mandate dalam bentuk klasik, tetapi constrained mandate,”

kata Tutik kepada owrite, Jumat, 27 Maret 2026. 

Terkait pihak yang paling bertanggung jawab atas potensi jebolnya APBD dan ancaman kehilangan pekerjaan para tenaga PPPK, Tutik menegaskan hal ini tidak bisa dijawab dengan menunjuk satu aktor tunggal. Menurutnya, sengkarut ini adalah wujud nyata dari kegagalan koordinasi kebijakan lintas level dan lintas kementerian.

Dalam terminologi administrasi publik, situasi ini disebut sebagai policy incoherence (inkoherensi kebijakan) dalam sistem tata kelola pemerintahan yang bertingkat (multi-level governance).

Akar masalahnya memang ada pada pusat, yaitu Kemenkeu dan KemenPAN-RB yang bertanggung jawab struktural terbesar. Mereka mendesain aturan main dan mengontrol dua sisi sekaligus, yaitu belanja oleh Kemenkeu dan jumlah pegawai oleh KemenPAN-RB,”

papar Tutik. 

Tutik menjelaskan, ketika kebijakan dari kedua kementerian ini berjalan tanpa sinkronisasi, pemerintah daerah pada akhirnya tergencet dari dua arah. Pusat menekan daerah untuk mengangkat honorer menjadi PPPK, tapi di saat bersamaan pusat juga mengunci ruang gerak APBD.

Tekanan struktural dari pusat termanifestasi secara buruk akibat kapasitas fiskal dan manajerial pemerintah daerah tidak merata. Sebagai pemegang tanggung jawab operasional, Pemda berwenang mengelola anggaran sendiri. Namun, keleluasaan ini seringkali tidak diiringi dengan efisiensi dan inovasi dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pada akhirnya, polemik ancaman PHK massal PPPK pada 2027 ini bermuara pada satu kesimpulan besar: ada ketidaksesuaian antara dua agenda reformasi besar di tubuh pemerintahan.

Jika disimpulkan, yang terjadi adalah ketidaksesuaian antara reformasi birokrasi dan reformasi fiskal. Sementara reformasi kepegawaian ekspansif, namun reformasi fiskalnya restriktif,”

ucap Tutik.

Pemerintah pusat dan daerah kini berpacu dengan waktu. Tanpa sinkronisasi regulasi dan terobosan penguatan kapasitas fiskal daerah sebelum tenggat waktu 2027, nasib ribuan tenaga kesehatan, guru, dan tenaga teknis berstatus PPPK di berbagai daerah berada di ujung tanduk.

Tag:apbdKemenkeuPemdaPHKPPPKuu hkpd
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cak Imin Dukung Prabowo Dua Periode: Biar Pemerintahan Kuat
By Natania Longdong
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Komplek Parlemen, Jakarta. (Sumber: Fraksi PKB)
1
PKB Curi Start Lewat Tema Prabowonomics, Siapkan Tiket Cawapres untuk Cak Imin
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di pembukaan Harla PKB-28.
2
Resmi Ditahan Kejagung, Febrie Adriansyah: Saya Merasa Memang Ini Kriminalisasi
By Rahmat Baihaqi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
3
Prabowo Sindir Wartawan hingga LSM: ‘Londo Ireng’ Berkeliaran di Indonesia, Cuma Ganti Baju!
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
4
Goda PDIP yang Ada di Luar Koalisi, Prabowo: Sebetulnya Hatinya Sama dengan Kita
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ketika memantau penataan sistem drainase di kawasan Underpass Joglo, Surakarta, Jawa Tengah, Desember 2025.
Nasional

Intip Koleksi Garasi Menteri PU Dody Hanggodo, Ada Lexus Rp2,2 Miliar hingga Volvo

Figur Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tengah disorot publik imbas viralnya surat…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Universitas Indonesia
Nasional

Rencana Prabowo Bangun URI Tuai kritik, Kuliah Mahal dan Kesejahteraan Dosen Masih Jadi PR Besar

Kebijakan pemerintah yang membangun Universitas Republik Indonesia (URI) dikritik karena bukan solusi…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Gedung DPR/MPR RI.
Nasional

Komisi X DPR Minta Pemerintah Transparan soal URI, Dasar Hukum dan Anggaran Dipertanyakan

Rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) mulai menuai sorotan dari DPR RI.…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pembacaan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Nasional

Universitas Republik Indonesia Berpotensi Lahirkan Ekosistem Pendidikan Elite

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai konsep Universitas Republik Indonesia (URI) berpotensi…

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up