Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

BGN Dapat Kucuran Dana Rp268 Triliun dari APBN, Dadan: 93 persen Buat MBG

Berdasarkan alokasi APBN BGN mendapat jatah Rp 268 triliun disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Senin, 30 Maret 2026.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berjalan usai bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berjalan usai bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz)

Berdasarkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat jatah sebesar Rp 268 triliun.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana pada Senin, 30 Maret 2026.

Anggaran berbasis undang-undang APBN, BGN mendapatkan anggaran sebesar Rp268 triliun. Jadi kalau ada yang menyampaikan bahwa kita memiliki anggaran Rp335 triliun itu tidak benar,”

kata Dadan, dikutip Rabu, 1 April 2026.

Dadan menegaskan bahwa dana Rp335 triliun yang selama ini diketahui publik berasal dari Dana Standby BA BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara) yang dikeluarkan dari kebijakan presiden untuk dana cadangan sebesar Rp67 triliun.

Iklan

Dari total alokasi APBN sebesar Rp268 triliun yang dikelola BGN, sebanyak 93 persen dialokasikan untuk Bantuan Pemerintah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dadan menjelaskan bahwa sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Dari Rp249 triliun sebanyak 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku. Sehingga klaim BGN adalah untuk menguntungkan petani, peternak, nelayan, hingga UMKM.

Kemudian, 20 persen lainnya digunakan untuk operasional seperti listrik, sewa kendaraan, termasuk gaji relawan.

Dadan juga menjabarkan bahwa sampai saat ini sudah lebih dari 1,2 juta relawan SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia dan mendapatkan penghasilan antara Rp 2,4 juta – Rp 3,2 juta per bulan.

Mayoritas anggaran kami langsung disalurkan untuk program MBG, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,”

ujar Dadan.

BGN juga memberikan dukungan insentif bagi relawan SPPG, yang disesuaikan dengan beban kerja di lapangan.

Dengan komposisi anggaran yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan langsung, BGN mengklaim bahwa program MBG dirancang tidak hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dan tenaga kerja.

BGN akan terus memastikan pengelolaan anggaran dilakukan secara akuntabel, efektif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia,”

tutup Dadan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.