Polri mengerahkan personel gabungan ke Maluku Utara dan Papua Tengah guna memperkuat pengamanan dan meredam situasi setelah konflik di daerah tersebut, Sabtu, 4 April 2026.
Pengiriman ini buntut dua peristiwa gangguan keamanan, antara lain, Maluku Utara: Konflik pecah di Kabupaten Halmahera Tengah, yang dipicu pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya. Aksi saling serang antara warga Bobane Jaya dan Sibenpopo, mengakibatkan korban jiwa serta pembakaran fasilitas umum, tempat ibadah, dan rumah warga.
Papua Tengah: Terjadi penganiayaan berat terhadap Bripda Juventus Edowai, yang menyebabkannya meninggal. Peristiwa itu dilakukan oleh orang tak dikenal.
Polri mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,”
kata Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 April.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,”
tegas dia.
Berikut rincian personel, tujuan Papua Tengah yaitu Brimob (100 orang), Inspektorat Pengawasan Umum (delapan orang yang dibagi juga untuk tugas di Maluku Utara), Intelijen dan Keamanan (10 orang), Divisi Profesi dan Pengamanan (26 orang yang terbagi ke dua wilayah), dan Bareskrim (20 orang).
Serta tujuan Maluku Utara yakni 12 personel Divisi Profesi dan Pengamanan, serta dan empat personel Inspektorat Pengawasan Umum.


