Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr.dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A (K) ikut memberi kritik terkait materi promosi film “Aku Harus Mati” yang terpampang luas di ruang publik beberapa hari terakhir.
Dokter Piprim menyebut baliho promosi film itu sangat berbahaya karena bisa menjadi inspirasi bagi anak dan remaja yang rentan. Ia pun memberi pesan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk peduli terhadap kesehatan mental anak-anak
Yth Presiden Republik Indonesia dan pejabat terkait yang peduli dengan kesehatan mental anak-anak Indonesia,”
tulisnya dr Piprim di Threads, seperti dikutip pada Selasa, 7 April 2026.
Dokter Piprim menjelaskan kekhawatirannya terkait baliho promosi film tersebut. Menurutnya baliho tersebut berpotensi menjadi inspirasi bagi anak dan remaja yang tengah terganggu mentalnya untuk melakukan bunuh diri. Mengingat kasus bunuh diri pada anak meningkat sejak beberapa tahun terakhir.
Pak Presiden. Kasus anak dan remaja sakit mental semakin meningkat pak. Lalu ketika mereka sedang galau dan membaca banner besar ‘Aku harus mati’ kira-kira mereka akan terinspirasi bunuh diri kan Pak,”
tambahnya.
Menurut dr Piprim dengan keras tidak setuju dengan pemasangan baliho film tersebut di tempat umum.
Bagaimana bisa banner seperti ini dibiarkan terpampang di muka publik. Sebagai dokter anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak, saya amat keberatan dengan banner sampah ini,”
tegasnya.
Lebih lanjut dr Piprim meminta kepada pemerintah untuk tidak membiarkan baliho seperti itu dipasang di tempat umum. Apalagi di tempat yang mudah dilihat oleh anak-anak dan remaja.
Mohon dengan sangat Pak. Jangan dipasang di tempat umum yang mudah dibaca oleh anak dan remaja. Jika ada remaja terinspirasi bunuh diri setelah membaca ini. Bapak bisa disalahkan juga Pak, karena membiarkan spanduk seperti ini bebas terpasang di negeri Indonesia ini. Terima kasih Pak Presiden. Semoga diperhatikan ya Pak,”
pungkas dr Piprim.


