Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 18 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Tragedi 1998 Disangkal Fadli Zon, Marzuki Darusman: Hakim PTUN Penentu Kepercayaan Rakyat
Nasional

Tragedi 1998 Disangkal Fadli Zon, Marzuki Darusman: Hakim PTUN Penentu Kepercayaan Rakyat

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: April 7, 2026 4:54 pm
Adi Briantika
Dusep Malik
Share
Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas dalam konferensi pers jelang sidang putusan gugatan terhadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon, di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas dalam konferensi pers jelang sidang putusan gugatan terhadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon, di Jakarta, Selasa, 7 April 2026. (Sumber: Owrite/Adi Briantika)
SHARE

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Tragedi Mei 1998 Marzuki Darusman menegaskan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) perihal gugatan terhadap Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan menjadi penentu tegak atau runtuhnya kepercayaan rakyat atas peradilan. 

Hal tersebut ia sampaikan menjelang sidang putusan yang bakal digelar 21 April 2026. 

Tuntutan (kami) memastikan yang disampaikan Menteri Kebudayaan (Fadli Zon) terkait dengan (tiada pemerkosaan massal tahun 1998), tidak pada tempatnya. Kepercayaan itu akan tegak kalau PTUN menyimpulkan dengan benar, tapi akan runtuh manakala terjadi yang sebaliknya,”

ujar Marzuki di Jakarta, Selasa, 7 April 2026. 

Pihak penggugat secara khusus menyorot pentingnya komposisi majelis hakim perempuan yang akan memimpin sidang putusan nanti. Diharapkan mereka bisa mematahkan bias budaya patriarki dalam penegakan keadilan bagi korban dan keluarga korban. 

Sudah ada susunan Majelis Hakim yang kami harapkan mempunyai pandangan yang benar dan tepat, yang selaras dengan korban. Majelis Hakim ini terdiri dari perempuan dan harapan kami ini menyentuh (rasa keadilan),”  

ucap Marzuki.

Gugatan ini bermula dari pernyataan kontroversial Fadli Zon yang menyangkal temuan resmi TGPF soal pemerkosaan massal pada kerusuhan Mei 1998. Maka Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Impunitas mendaftarkan gugatan kepada PTUN Jakarta pada 11 September 2025, dengan nomor perkara 303/G/2025/PTUN-JKT.

Tuntutan penggugat ialah mendesak Fadli Zon menarik perkataannya yang menganggap tragedi tersebut hanya khayalan belaka. 

Marzuki juga mengingatkan bahwa fakta sejarah pemerkosaan massal ini telah diakui secara aklamasi oleh negara 30 tahun silam. 

Perkara yang diterima oleh pemerintah secara bulat, oleh ABRI saat itu, oleh kepolisian, yang merupakan anggota TGPF secara utuh tanpa suara yang berbeda. Semua mengakui bahwa itu telah terjadi. (Kemudian) datanglah Fadli Zon 30 tahun kemudian, dengan mengatakan bahwa (pemerkosaan) itu tidak ada,”

terang Marzuki. 

Bersikukuh Nihil 

Fadli Zon menegaskan hingga saat ini tidak ada bukti kuat yang dapat mendukung klaim pemerkosaan massal secara terstruktur, sistematis, dan masif. Dia mempertanyakan penggunaan istilah “massal” dalam tragedi tersebut.

Harus ada fakta-fakta hukum, ada (kajian) akademik. Jadi, siapa korbannya, di mana tempatnya, mana kejadiannya. Waktu itu polisi menginvestigasi, harus ada data. Itu pendapat saya pribadi, ini tidak ada urusannya dengan sejarah dan boleh dalam demokrasi itu berbeda pendapat,”

kata dia.
Tag:Fadli zonKerusuhan Mei 1998Marzuki DarusmanPemerkosaanPTUNTGPF
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Ricuh Diskusi UGM dan Cap Pengkhianat Reformasi, Substansi Kritik Mahasiswa Jangan Dikaburkan
By Hardani Triyoga
Mahasiswa geruduk acara diskusi di UGM yang dihadiri Budiman Sudjatmiko.
1
Prabowo Ngaku Terbuka pada Kritik, Pengerahan TNI saat Demo Mahasiswa Jadi Sorotan
By Rahmat Tunny
Pasukan TNI ikut melakukan penghadangan kepada mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi di Bundaran HI.
2
Tanpa Ikon Pemersatu, Gerakan Mahasiswa Saat Ini Tak Sehebat Reformasi 1998
By Rahmat Tunny
Aksi demonstrate mahasiswa UI di Jan. MH. Thamrin, Jakarta Pusat.
3
Jokowi Mau Safari Politik Bareng PSI, Politikus PDIP: Sebaiknya Bertaubat Saja
By Hardani Triyoga
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)(sumber: Tangkapan layar dari siaran YouTube PSI)
4
Pertamina Jelaskan Alasan Pertamax Naik Saat Harga Minyak Dunia Melemah
By Natania Longdong
Petugas berdiri di samping mesin pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax ke tangki sepeda motor di SPBU Batu Anteru, Ternate, Maluku Utara, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Andri Saputra/nz)
5

BERITA LAINNYA

Terdakwa kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus, Lettu Sami Lakka (kiri), Kapten Nandala Dwi Prasetya (kedua kiri), Lettu Budhi Hariyanto Widhi Cahyono (kedua kanan) dan Serda Edi Sudarko (kanan) menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Nasional

Eks Kepala BAIS Didesak Diperiksa, Dugaan Rantai Komando Kasus Andrie Yunus Disorot

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mendesak Polda Metro Jaya memperluas penyelidikan kasus…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
8 jam lalu
Rapat DPR Komisi III
Nasional

DPR Minta Semua Polisi Pakai Bodycam Saat Penangkapan, Cegah Polemik Kekerasan Aparat

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Safaruddin, mendorong Polri segera…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai.
Nasional

Komnas HAM Sebut MBG Ada Indikasi Langgar HAM, Pigai Balik Menyerang: Mereka Tak Paham!

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai membantah penilaian Komnas HAM…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Komisi III DPR rapat dengan PPATK terkait pagu anggaran tahun 2027.
Nasional

PPATK Menjerit! Anggaran 2027 Cuma Sepertiga Kebutuhan, Perang Lawan Judi Online Terancam

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengeluhkan minimnya pagu anggaran tahun…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up