Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, bahwa biaya ibadah haji 2026 bakal turun sebesar Rp2 juta. Hal ini terjadi di tengah avtur dalam negeri naik sekitar 70 persen.
Jika mengacu pada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), biaya yang dipatok sebesar Rp54 juta. Biaya ini sudah termasuk penerbangan, akomodasi Mekkah dan Madinah serta living cost.
Namun apabila ada pemotongan, estimasi yang dikeluarkan masyarakat hanya sekitar Rp52 juta.
Saya umumkan sekarang adalah bahwa pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain. Kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta, walaupun harga avtur naik,”
kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah Anggota Kabinet Merah Putih, pada Rabu, 8 April 2026.
Presiden menjelaskan, bahwa penurunan biaya ibadah haji karena pemerintah berkomitmen untuk melindungi rakyat menengah bawah.
Kita berani menurunkan biaya haji untuk tahun ini demikian komitmen pemerintah ini untuk melindungi rakyat paling bawah,”
bebernya.
Probowo juga menjelaskan, bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu antri selama 48 tahun untuk melakukan ibadah haji. Kurun waktu tersebut telah dipangkas menjadi 26 tahun.
Kita sekarang berjuang dan Alhamdulillah saya dapat laporan antrian haji sekarang tidak lagi 48 tahun mulai 2026, antrian haji paling lama 26 tahun dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,”
imbuhnya.



