Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan, progres perbaikan jalan berlubang di jalur Pantura menunjukkan hasil signifikan. Merujuk catatan sebelumnya, terdapat 7.000 titik kerusakan, namun saat ini pengerjaan hampir rampung.
Capaian tersebut tak lepas dari peran penilik jalan di setiap Balai Pelaksanaan Jalan yang rutin memantau ruas jalan guna mendeteksi dan menambal lubang.
(Pengerjaan perbaikan) mungkin sudah hampir sisa 1 persen atau 2 persen,”
kata Dody di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jumat, 17 April 2026.
Namun, ada dua faktor utama penyebab kerusakan jalan di Pantura kerap berulang yaitu cuaca ekstrem dan kendaraan berat yang melanggar batas muatan (Over Dimension and Overload/ODOL).
Masalah besar sebetulnya adalah rata-rata kendaraan besar yang ODOL melintas. Di samping juga curah hujan hari ini masih belum berhenti, masih hujan deras. Sehingga itu yang menyebabkan jalan berlubang,”
sambung dia.
Fokus kementerian juga beralih pada sambungan jembatan atau expansion joint yang mulai merenggang. Celah pada sambungan jembatan ini berpotensi berbahaya jika diabaikan, apalagi bagi pengendara roda dua. Maka Dody memerintahkan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk memperbaiki hal tersebut.
Bagi (pengendara) mobil seperti tidak nyaman, tapi kalau (pengendara) motor lewat di situ, bisa bahaya. Bisa jatuh, bisa kecelakaan dan seterusnya,”
ujar dia.
Hal terakhir yang juga disorot ialah mengubah paradigma pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional. Bila sebelumnya standar kenyamanan jalan diukur dari perspektif pengguna mobil, kini pemerintah akan mencoba standar baru bagi pengguna motor.
Ke depan saya mau jalan nasional aman untuk (pengendara) sepeda motor. Sehingga standarnya saya naikkan sedikit. Tadinya cuma buat mobil, saya minta sekarang standarnya aman untuk (pengguna) motor,”
ucap Dody.


