Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 12 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Parah! Kerusakan Hutan dari Kalimantan ke Papua di Era Prabowo Angkanya Fantastis
Nasional

Parah! Kerusakan Hutan dari Kalimantan ke Papua di Era Prabowo Angkanya Fantastis

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 11, 2026 8:05 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Deforestasi oleh pembangunan kebun sawit dalam konsesi PT Borneo International Anugerah di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Foto: Auriga Nusantara)
Deforestasi oleh pembangunan kebun sawit dalam konsesi PT Borneo International Anugerah di Putussibau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. (Foto: Auriga Nusantara)
SHARE

Menurut angka terbaru yang dirilis oleh Auriga Nusantara melalui Status Deforestasi Indonesia 2025 (STADI 2025), deforestasi di Indonesia melonjak sebesar 433.751 hektar pada tahun 2025. Angka ini meningkat 66 persen dibandingkan pada 2024, yang tercatat 261.575 hektar.

Daftar isi Konten
  • Kalimantan Terparah
  • Program Ketahanan Pangan

Peningkatan deforestasi terjadi setelah peralihan kepemimpinan dari Presiden ke-7 Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto.

Auriga mengatakan, bahwa data dan peta deforestasi tahun 2025 dihasilkan melalui kombinasi pemodelan spasial menggunakan citra satelit Sentinel-2 resolusi 10 meter, inspeksi visual, dan verifikasi lapangan. 

Area yang mengalami deforestasi dideteksi menggunakan peringatan deforestasi bulanan yang dihasilkan oleh Universitas Maryland, yang kemudian diproses lebih lanjut untuk mencakup wilayah yang jauh lebih luas guna meminimalkan risiko terlewatnya area yang mengalami deforestasi. 

Dalam hal ini, digunakan peta tutupan hutan alami yang dihasilkan oleh MapBiomas Indonesia, Kementerian Kehutanan, Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa, dan dataset Ketahanan Hutan Google sebagai referensi.

Auriga juga melakukan kunjungan lapangan yang mencakup 49.321 hektar lokasi deforestasi di 38 desa di 28 kabupaten di 16 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Kalimantan Terparah

Dalam data yang dipublikasikan Auriga, Kalimantan menjadi wilayah yang mencatat tingkat deforestasi terbesar dan tertinggi selama beberapa tahun berturut-turut sejak 2013. Pada tahun 2025, semua pulau besar di Indonesia mengalami perluasan deforestasi, dengan Papua mengalami peningkatan terbesar sebesar 60.337 hektar dibandingkan tahun 2024. 

Peningkatan persentase terbesar terjadi di Jawa, di mana deforestasi meningkat sebesar 440 persen dibandingkan tahun 2024. 

Deforestasi bulanan di Indonesia pada tahun 2025 mencapai rata-rata 36.146 hektar, dengan periode puncak deforestasi terjadi antara April dan Oktober, dan tingkat tertinggi tercatat pada bulan Mei,”

kata Auriga dalam laporannya, dikutip Senin, 11 Mei 2026.

Meski deforestasi terjadi di seluruh provinsi di Indonesia, namun satu-satunya wilayah yang tidak mengalami deforestasi hanya Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Adapun 10 provinsi teratas deforestasi tahun 2024 yang dipublikasikan Auriga yakni:

  1. Kalimantan Timur
  2. Kalimantan Barat
  3. Kalimantan Tengah
  4. Riau
  5. Sumatera Selatan
  6. Jambi
  7. Aceh
  8. Kalimantan Utara
  9. Bangka Belitung
  10. Sumatera Utara

Sementara untuk peringkat sepuluh besar pada tahun 2025 bergeser ke: 

  1. Kalimantan Tengah
  2. Kalimantan Timur
  3. Aceh
  4. Kalimantan Barat
  5. Papua Tengah
  6. Sumatera Barat
  7. Sumatera Utara
  8. Kalimantan Utara
  9. Riau
  10. Papua Dataran Tinggi.

Tiga provinsi yang mengalami tanah longsor dan banjir dahsyat di Sumatera Utara pada akhir tahun 2025 mencatatkan peningkatan deforestasi yang dramatis, seperti Aceh 426 persen, Sumatera Utara (281 persen, dan Sumatera Barat 1.034 persen.

Deforestasi juga terjadi di 383 kabupaten/kota, atau 74 persen dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, namun angka itu turun dari 428 pada tahun sebelumnya.

Selain itu, kabupaten dengan tingkat deforestasi tertinggi berada di Kalimantan (Berau, Kutai Timur, Kapuas, Kapuas Hulu, Katingan, Murung Raya, Gunung Mas, dan Bulungan) dan Papua (Sorong dan Merauke), yang mencakup 95.733 hektar atau 22 persen dari deforestasi nasional.

Terkait status pengendalian lahan, 307.861 hektar (71 persen) deforestasi terjadi di dalam kawasan hutan yang dikelola oleh Kementerian Kehutanan, sedangkan 125.890 hektar terjadi di area penggunaan lahan lain (APL) yang dikelola oleh pemerintah daerah atau pemegang lahan/konsesi.

Program Ketahanan Pangan

Pada akhir Desember 2024, dua bulan setelah pelantikan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Pemerintah Indonesia meluncurkan program ketahanan pangan dengan mengalokasikan 20,6 juta hektar lahan hutan untuk cadangan pangan, energi, dan air.

Sebanyak 78.123 hektar, atau 18 persen dari deforestasi nasional terjadi di dalam area yang telah ditetapkan tersebut. Program-program populis seperti ini, termasuk berbagai proyek yang diberi label Program Strategis Nasional, telah berkontribusi pada peningkatan deforestasi di Indonesia,”

tulis Auriga.

Auriga pun mengusulkan rekomendasi. Antara lain:

  1. Menerbitkan peraturan yang menjamin perlindungan seluruh hutan alam yang tersisa di Indonesia
  2. Pengadaan dan penerapan instrumen untuk mengendalikan revisi perencanaan tata ruang
  3. Mempercepat perluasan kawasan konservasi, khususnya di luar kawasan hutan
  4. Mendistribusikan kembali tanggung jawab kelembagaan dan personel pengelolaan hutan sehingga seluruh tutupan hutan diawasi dan dilindungi
  5. Memastikan bahwa perusahaan yang mengelola kawasan dengan tutupan hutan berkomitmen pada prinsip-prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG)
  6. Memberikan insentif bagi pemerintah daerah, masyarakat, dan perusahaan yang melindungi hutan alam.
    Tag:auriga nusantaragibran rakabuming rakaHeadlineJokowikerusakan hutanPrabowo SubiantoPresidenSpill
    Share This Article
    Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
    iren natania longdong
    ByNatania Longdong
    News Reporter
    Follow:
    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
    Amin-Suciady-Owrite
    ByAmin Suciady
    Redaktur Pelaksana
    Follow:
    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
    Trending di OWRITE
    Seskab Teddy-Bahlil Masuk Tiga Besar Menteri Terbaik Versi IPO, Pengamat: Sangat Tidak Logis
    By Rika Pangesti
    Ilustrasi Bahlil
    1
    Mengerikan! WNI Jadi Korban Serangan Rudal Houthi, Kapal Tihama Terbakar di Selat Bab al-Mandeb
    By Natania Longdong
    Ilustrasi kapal yang diserang rudal.
    2
    Viral Challenge Hafalan Alquran Berhadiah Miras, Newport Akhirnya Klarifikasi dan Minta Maaf
    By Syifa Fauziah
    Booth Newport di festival musik.
    3
    Utang Pemerintah Membengkak Rp373 Triliun dalam 3 Bulan, Kini Tembus Rp10.293 Triliun
    By Anisa Aulia
    Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
    4
    Megawati Bicara 4 Bekal Manusia Indonesia: Jangan Jadi Penjilat dan Sering Loncat Pagar!
    By Rika Pangesti
    Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II. (Sumber: YouTube BPIP RI)
    5

    BERITA LAINNYA

    Petugas gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur,
    Nasional

    Daftar Kebakaran Hebat di Indonesia Sepanjang Januari-Agustus 2026 Diduga Dipicu Ulah Manusia

    Sepanjang Januari hingga April 2026, setidaknya sudah ada beberapa kasus kebakaran lahan…

    Ani RatnasariIvan OWRITE
    By
    Ani Ratnasari
    Ivan Syahruna Lubis
    16 menit lalu
    Kementerian Kehutanan Tangkap Tersangka Jual-Beli Lahan Hutan Lindung 
    Nasional

    Jual-Beli Garapan di Hutan Lindung Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

    Praktik jual-beli atau ganti rugi lahan garapan secara ilegal di kawasan hutan…

    iren natania longdongIvan OWRITE
    By
    Natania Longdong
    Ivan Syahruna Lubis
    57 menit lalu
    Manajer Media Amnesty International Indonesia Haeril Halim
    Nasional

    Amnesty International Tidak Setuju Soal Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor di RI

    Amnesty International Indonesia menilai pernyataan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengenai kemungkinan…

    iren natania longdongIvan OWRITE
    By
    Natania Longdong
    Ivan Syahruna Lubis
    1 jam lalu
    Ketua Bidang Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh
    Nasional

    MUI Bereaksi Keras soal Hafalan Alquran Berhadiah Miras: Bentuk Perendahan Kesucian

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara perihal viralnya aksi promosi minuman keras…

    Rika PangestiSyifa FauziahHardani Triyoga
    By
    Rika Pangesti
    Syifa Fauziah
    Hardani Triyoga
    4 jam lalu
    OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

    Your Reading Dose, Right Here:
    Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

    Info lainnya

    • Redaksi
    • Beriklan
    • Tentang Kami
    • Pedoman Media
    • Kebijakan Privasi
    FacebookLike
    InstagramFollow
    YoutubeSubscribe
    TiktokFollow
    © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
    OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
    Everything's gonna be owrite!

    Sign in to your account

    Username or Email Address
    Password

    Lost your password?

    Not a member? Sign Up