Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Jakarta Disebut ‘Gotham City’, DPR Bongkar Lemahnya Sistem Keamanan

Tagar “Jakarta Darurat Begal” pun ramai di media sosial, seiring meningkatnya laporan kejahatan jalanan yang menyasar warga, terutama pekerja yang pulang larut malam.

5 Pelaku Begal Petugas Damkar diamankan Polisi di hotel Jakarta Utara
Lima pelaku begal petugas Damkar diamankan Polisi di hotel Jakarta Utara (Dokumen istimewa)

Maraknya aksi begal di Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Barat, memicu keresahan luas di masyarakat. 

Tagar “Jakarta Darurat Begal” pun ramai di media sosial, seiring meningkatnya laporan kejahatan jalanan yang menyasar warga, terutama pekerja yang pulang larut malam.

Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez menegaskan, penanganan kejahatan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dibarengi pembenahan sistem keamanan secara menyeluruh.

Iklan

Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,”

tegas Gilang dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.

Ia menilai, keberadaan pasar penadah barang curian juga menjadi faktor penting yang memperbesar peluang kejahatan terus berulang.

Fenomena ini semakin mengkhawatirkan setelah banyak warga membagikan pengalaman mereka menjadi korban begal. 

Bahkan, beredar video viral yang menunjukkan pelaku beraksi secara terang-terangan dengan membawa senjata tajam hingga diduga senjata api.

Gilang mengungkapkan, intensitas kejahatan yang tinggi menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem deteksi dini.

Dan kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,”

ucapnya.

Tekanan Sosial dan Ekonomi

Lebih jauh, ia menilai peningkatan kriminalitas jalanan tidak bisa dilepaskan dari tekanan sosial dan ekonomi di perkotaan.

Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,”

terang Gilang.

Di tengah situasi ini, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di malam hari atau melintasi wilayah minim penerangan.

Gilang juga mengimbau warga untuk memahami pola dan modus kejahatan guna menghindari risiko menjadi korban. 

Ia menyarankan untuk tidak bepergian sendirian di jalan sepi, serta mempertimbangkan membawa alat perlindungan diri seperti pepper spray.

Wilayah Jakarta Barat bahkan disebut netizen sebagai “Gotham City” karena tingginya angka kejahatan jalanan.

Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,”

tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal