Maraknya aksi begal di Jakarta, khususnya wilayah Jakarta Barat, memicu keresahan luas di masyarakat.
Tagar “Jakarta Darurat Begal” pun ramai di media sosial, seiring meningkatnya laporan kejahatan jalanan yang menyasar warga, terutama pekerja yang pulang larut malam.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi III DPR RI Gilang Dhielafararez menegaskan, penanganan kejahatan tidak cukup hanya dengan penindakan, tetapi harus dibarengi pembenahan sistem keamanan secara menyeluruh.
Patroli rutin yang masif khususnya di titik-titik rawan, hingga memberantas jaringan kelompok begal,”
tegas Gilang dalam keterangannya, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia menilai, keberadaan pasar penadah barang curian juga menjadi faktor penting yang memperbesar peluang kejahatan terus berulang.
Fenomena ini semakin mengkhawatirkan setelah banyak warga membagikan pengalaman mereka menjadi korban begal.
Bahkan, beredar video viral yang menunjukkan pelaku beraksi secara terang-terangan dengan membawa senjata tajam hingga diduga senjata api.
Gilang mengungkapkan, intensitas kejahatan yang tinggi menunjukkan adanya kelemahan serius dalam sistem deteksi dini.
Dan kasus begal yang beraksi hingga ratusan kali dalam beberapa bulan juga menjadi bukti adanya celah serius dalam deteksi dini dan pemetaan pelaku. Faktor ini harusnya mendapat intervensi penanganan,”
ucapnya.
Tekanan Sosial dan Ekonomi
Lebih jauh, ia menilai peningkatan kriminalitas jalanan tidak bisa dilepaskan dari tekanan sosial dan ekonomi di perkotaan.
Kalau penanganannya hanya berfokus pada penangkapan pelaku tanpa memperbaiki akar masalah ekonomi dan ketimpangan sosial, maka siklus kejahatan berpotensi terus berulang,”
terang Gilang.
Di tengah situasi ini, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di malam hari atau melintasi wilayah minim penerangan.
Gilang juga mengimbau warga untuk memahami pola dan modus kejahatan guna menghindari risiko menjadi korban.
Ia menyarankan untuk tidak bepergian sendirian di jalan sepi, serta mempertimbangkan membawa alat perlindungan diri seperti pepper spray.
Wilayah Jakarta Barat bahkan disebut netizen sebagai “Gotham City” karena tingginya angka kejahatan jalanan.
Saat berada dalam situasi terdesak dan nyawa terancam, tetap utamakan keselamatan diri,”
tutup Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu.



