Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Bos BGN Didepak Presiden, DPR Ingatkan MBG Jangan Melebar Hingga Salah Jalur

Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) memunculkan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz)

Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) memunculkan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Di tengah besarnya anggaran dan ekspektasi publik, DPR mengingatkan agar program unggulan pemerintah itu tidak kehilangan fokus.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago menilai pencopotan Dadan Handayani, dan penunjukan Nanik S Dayang sebagai Kepala BGN yang baru merupakan langkah yang wajar, apabila bertujuan memperbaiki kualitas pelaksanaan program di lapangan.

Iklan

Menurut Irma, pergantian kepemimpinan seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan, sekaligus membenahi kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program MBG.

Pergantian ini wajar dilakukan agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG menjadi lebih baik, sehingga tujuan program MBG dapat tercapai,”

kata Irma dalam keterangan persnya, Rabu, 3 Juni 2026.

Politikus NasDem itu menegaskan, sejak awal dirinya telah mengingatkan agar pemerintah tidak memperluas sasaran program secara berlebihan. 

Menurutnya, keberhasilan MBG sangat bergantung pada konsistensi pemerintah dalam menyasar kelompok yang memang paling membutuhkan intervensi gizi.

Saya sudah mengingatkan sejak awal agar fokus pada program MBG untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Tidak perlu melebar ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaan program,”

jelasnya.

Anak buah Surya Paloh itu mengingatkan, program pemenuhan gizi bukan sekadar proyek distribusi makanan, melainkan instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, perubahan pimpinan harus diikuti dengan perbaikan tata kelola dan efektivitas pelaksanaan.

Lebih jauh dia, kepemimpinan baru di BGN harus mampu memastikan setiap target yang telah ditetapkan pemerintah, benar-benar tercapai dan tidak terjebak dalam persoalan administratif maupun perluasan program yang tidak terukur.

Insya Allah ke depan harus lebih baik lagi, tetap fokus dan mampu mencapai target pemenuhan gizi sebagaimana yang telah ditetapkan Presiden,”

tutup Irma.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal