Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan mengganti tiga pejabat utamanya. Keputusan itu diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 2 Mei 2026.
Dalam pengumuman tersebut, Presiden memberhentikan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Pergantian ini disebut sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan upaya mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketiga pejabat yang diganti maupun para penggantinya memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam. Berikut profil serta rekam jejak karier mereka, seperti dilansir dari berbagai sumber.
Nanik S Deyang, Kepala BGN Baru
Nanik Sudaryati Deyang atau yang lebih dikenal sebagai Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Melansir dari laman BGN, sebelum terjun ke dunia politik dan pemerintahan, ia meniti karier sebagai jurnalis dengan mengawali pekerjaannya di Tabloid Bangkit.
Ia merupakan lulusan Sarjana Biologi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Kehutanan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Namanya mulai dikenal publik ketika ia dipercaya menduduki posisi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Umum Presiden tahun 2019.
Setelah Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 145/P Tahun 2024, ia diangkat sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan untuk periode 2024–2029.
Kariernya berlanjut ketika pada Juni 2025 ia ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Penunjukan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Pemegang Saham Seri A Dwiwarna PT Pertamina Nomor SK-150/MBU/06/2025 atau Nomor SK.012/DI-DAM/DO/2025.
Beberapa bulan setelahnya, tepat pada 17 September 2025, Nanik resmi dipercaya menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Posisi tersebut kemudian menjadi salah satu batu loncatan penting sebelum dirinya ditunjuk sebagai Kepala BGN dalam perombakan kepemimpinan pada 2 Juni 2026.
Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN
Agustina Arumsari memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi dan hukum. Ia menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1992. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Diploma Empat (D4) di kampus yang sama dan lulus pada tahun 1998.
Setelah menempuh Pendidikan Ekonomi, kemudian ia menempuh pendidikan Strata-2 (S2) di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Hukum (M.H.) pada tahun 2014.
Melansir dari laman BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), Agustina juga memiliki berbagai sertifikasi profesional di bidang audit, investigasi, akuntansi, dan manajemen risiko, seperti Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), serta sejumlah sertifikasi lainnya.
Kariernya di sektor pengawasan keuangan dimulai sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya pada Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sumatera Barat.
Pada tahun 2017, Agustina menjabat sebagai Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2019, ia dipercaya menjadi Direktur Investigasi III.
Kariernya terus menanjak hingga pada tahun 2020 ditunjuk sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi. Lalu pada 19 Februari 2025 dirinya ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Kepala BPKP.
Kekonsistenan kiprahnya dalam dunia audit ekonomi kariernya semakin berada di puncah, sampai akhirnya pada 2 Juni 2026, namanya resmi ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN.
Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN
Bersama Agustina Arumsari, Mayjen TNI Trenggono ditunjuk sebagai Wakil BGN dalam perombakan jajaran pimpinan BGN pada 2 Juni 2026.
Perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 . Dan sebelum ditunjuk Presiden Prabowo Subianto, Mayjen TNI Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Melansir dari laman Humas Akademi Militer, Trenggono pernah menjabat sebagai Dandim 0704/Banjarnegara, Danrindam V/Brawijaya, serta menempati sejumlah posisi penting di Akademi Militer (Akmil) dan jajaran staf TNI AD.
Pada 2023, Trenggono dipercaya menjadi Direktur Umum Akademi Militer (Akmil). Setelah itu, ia melanjutkan pengabdiannya sebagai Direktur Pengkajian dan Pengembangan (Dirjianbang) Seskoad serta Perwira Staf Ahli Tingkat III Bidang Komunikasi Sosial Panglima TNI.
Pengalaman kepemimpinan yang ditempanya selama bertugas di TNI AD menjadi modal penting bagi Trenggono saat dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian jajaran pimpinan BGN ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam, ketiga pejabat baru tersebut diharapkan mampu mempercepat pencapaian target serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program gizi di seluruh Indonesia.


