Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 26 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 39 Tahun Menanggung Luka Tragedi Bintaro, Mbah Slamet Kini Berpulang
Nasional

39 Tahun Menanggung Luka Tragedi Bintaro, Mbah Slamet Kini Berpulang

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 4, 2026 1:04 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Mbah Slamet
Mbah Slamet (Foto: YouTube Kisah Tanah Jawa)
SHARE

Kabar duka atas berpulangnya Slamet Suradio atau Mbah Slamet, masinis KA 225, pada 3 Juni 2026 kembali memunculkan ingatan publik pada salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah perkeretaapian Indonesia, Tragedi Bintaro 1987.

Daftar isi Konten
  • Tragedi Bintaro 1987 yang Mengubah Sejarah
  • Mbah Slamet di Balik Tragedi
  • Kesaksian Mbah Slamet dalam Tragedi
  • Di Balik Jeruji, Ia Tetap Membantah
  • Kecelakaan Bekasi dan Pertanyaan yang Kembali Muncul
  • Respon Netizen atas Kabar Duka Mbah Slamet
  • Belajar dari Masa Lalu

Sejarah kemudian kembali menoleh pada Tragedi Bintaro 1987 yang kelam, sebuah peristiwa yang hingga kini masih menjadi bagian dari refleksi panjang keselamatan transportasi kereta api di Indonesia, termasuk perdebatan tentang keadilan bagi para pihak yang terlibat dalam sistem tersebut.

Di tengah kabar duka ini, ingatan publik tidak hanya berhenti pada masa lalu. Peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta yang terjadi di berbagai waktu, termasuk yang terbaru di Bekasi.

Baca juga:
Komedian Temon Meninggal, Jagat Hiburan Tanah Air Berduka Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Komedian Simson Rarameha Ngadang…
Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Profil Eks Mendag dan Politikus… Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia. Anggota DPR RI Fraksi Partai…
Pemilik PT Djarum Bambang Hartono Tutup Usia Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia, Pemilik perusahaan rokok PT Djarum…
  • Komedian Temon Meninggal, Jagat Hiburan Tanah Air Berduka
  • Rachmat Gobel Meninggal Dunia, Ini Profil Eks Mendag dan Politikus NasDem
  • Pemilik PT Djarum Bambang Hartono Tutup Usia

Ingatan ini memunculkan pertanyaan yang sama, sejauh mana sistem keselamatan perkeretaapian telah berubah, dan apakah pola persoalan lama benar-benar telah ditinggalkan?

Tragedi Bintaro 1987 yang Mengubah Sejarah

Tragedi Bintaro yang terjadi pada 19 Oktober 1987 menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah Indonesia. Peristiwa frontal tersebut melibatkan KA 225 jurusan Rangkasbitung – Jakarta dan KA 220 Patas Merak–Tanah Abang di jalur tunggal kawasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.

Karena tabrakan saling beradu, peristiwa ini kerap disebut ‘adu banteng’ dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Tercatat korban meninggal dunia mencapai antara 139 hingga 156 orang, sementara sekitar 250 hingga 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Hampir empat dekade berlalu, Tragedi Bintaro masih dikenang sebagai pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik.

Mbah Slamet di Balik Tragedi

Dalam video dokumenter dari YouTube Kisah Tanah Jawa yang berjudul Mengais Sisa Tangis – Tragedi Bintaro, Mbah Slamet membantah berbagai isu yang beredar mengenai dirinya pascakecelakaan.

Ia menegaskan bahwa kabar yang menyebut dirinya melompat dari kereta sebelum tabrakan terjadi tidak benar.

“Yang membuat isu beredar di internet itu siapa? Ada yang bilang katanya saya loncat. Itu bohong sekali, itu orang fitnah. Jelas fitnah,”

tegasnya.

Kesaksian Mbah Slamet dalam Tragedi

Dalam kesaksiannya, Mbah Slamet mengaku menjalankan kereta berdasarkan surat perintah perjalanan atau petunjuk operasi yang diberikan kepadanya.

“lantas bukti PTP segala macamnya itu tidak ada artinya,”

tegasnya dalam wawancara saat menjelaskan vonis penjaranya keluar dan bukti surat PTP nya tidak dijadikan pertimbangan lebih lanjut.

Secara sederhana, PTP merupakan dokumen atau surat perintah yang diberikan kepada masinis sebagai pedoman perjalanan kereta, itu yang menjadi penegasan Mbah Slamet bahwa perjalanan kereta apinya pada hari kecelakaan termasuk prosedur normal.

Di Balik Jeruji, Ia Tetap Membantah

Setelah Tragedi Bintaro 1987, Mbah Slamet harus menghadapi proses hukum dan divonis lima tahun penjara. Ia menjalani masa tahanan di Lapas Cipinang dan bebas sekitar tahun 1992. Bahkan, ia tidak mendapatkan sepeserpun uang pensiuan dari pengabdiannya selama bekerja.

Ia kehilangan pekerjaannya sebagai masinis, serta tidak memperoleh hak pensiun setelah masa pengabdiannya berakhir.

Meski telah divonis bersalah dan menjalani hukuman, Mbah Slamet mengaku tidak pernah merasa dirinya melakukan tindakan yang disengaja hingga menyebabkan kecelakaan. Dalam berbagai kesempatan, ia tetap mempertahankan keyakinannya.

“Karena, sekalipun saya dipenjara kan bukan karena saya berbuat jahat, kan ini musibah, kecelakaan,”

ujar Mbah Slamet.

Bagi Mbah Slamet, hukuman penjara hanyalah satu bagian dari konsekuensi yang harus ditanggung setelah Tragedi Bintaro. Hingga akhir hayatnya, beliau masih tetap teguh mengatakan bahwa dia sudah menjalankan prosedur dengan benar.

Kecelakaan Bekasi dan Pertanyaan yang Kembali Muncul

Puluhan tahun setelah Tragedi Bintaro, Indonesia masih menghadapi berbagai insiden perkeretaapian. Salah satu yang kembali menjadi perhatian publik adalah kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.

Dalam peristiwa tersebut, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL Commuter Line jurusan Cikarang yang sedang berhenti di jalur stasiun.

Meski terjadi dalam konteks, teknologi, dan kondisi operasional yang berbeda dengan Tragedi Bintaro 1987, kecelakaan ini kembali memunculkan pertanyaan yang sama, apakah seluruh pelajaran dari tragedi masa lalu telah benar-benar diterapkan secara optimal?

Masinis Argo Anggrek Ngerem 1,3 Km Sebelum Tabrakan, KNKT: Pusat Pengendali Cuma ‘Modal Suara’

Respon Netizen atas Kabar Duka Mbah Slamet

“Selamat jalan, Mbah. Terima kasih atas segala bentuk pegabdian selama ini”,

kata @Omnduut

“Tuntut semua diakhirat yaa pak biar Allah yang balas semua kecurangan yang ada disana turut berdukacita sedalam-dalamnya semoga alm tenang dan ditempatkan disyurgaNya aamiin yaAllah”

@macutejekey

Belajar dari Masa Lalu

Kisah Mbah Slamet menjadi pengingat bahwa sebuah kecelakaan besar tidak hanya meninggalkan korban di lokasi kejadian, tetapi juga dapat mengubah hidup banyak orang yang terlibat di dalamnya.

Di balik laporan investigasi, proses hukum, dan perdebatan mengenai penyebab kecelakaan, terdapat manusia-manusia yang harus menjalani konsekuensinya selama bertahun-tahun.

Karena itu, mengenang Tragedi Bintaro bukan sekadar membuka kembali luka lama. Peristiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga agar setiap pemangku kepentingan terus memperkuat budaya keselamatan, memperbaiki sistem pengawasan, dan memastikan setiap perjalanan kereta berlangsung seaman mungkin.

Tag:Kabar Dukamasinis KA 225Mbah SlametTragedi Bintaro 1987
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo
By Rahmat Tunny
Demo di depan gedung DPR
1
Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
2
PPI Ingatkan Gibran Soal Pilpres 2029: Relawan Percuma Tanpa Perahu Partai
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa pasien saat mengunjungi RSUD Raden Mattaher, Jambi, Kamis (16/7/2026).
3
Akbar Faizal Kritik Pedas: Kejagung Bikin Cemas, Perlakukan Febrie bak “Anak Emas”?
By Rahmat Tunny
Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
4
Cap ‘Londo Ireng’ Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!
By Adi Briantika
Presiden Prabowo Subianto menyapa kader PKB saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Banjir melanda Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Jumat, 24 Juli 2026, pukul 17.00 WIB.
Nasional

Laporan BNPB 24 Jam Terakhir: Jawa Timur Dikepung Api, Aceh Utara Diterjang Banjir

Dalam kurun 24 jam terakhir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
12 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menyapa kader PKB saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Nasional

Cap ‘Londo Ireng’ Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!

Presiden Prabowo menyamakan wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan “Londo…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
12 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Nasional

Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto…

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
By
Adi Briantika
Amin Suciady
13 jam lalu
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
Nasional

Komisi X Bakal Panggil Kemendiktisaintek, Minta Bongkar Konsep hingga Anggaran URI

Komisi X DPR RI akan memanggil Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up