Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / 39 Tahun Menanggung Luka Tragedi Bintaro, Mbah Slamet Kini Berpulang
Nasional

39 Tahun Menanggung Luka Tragedi Bintaro, Mbah Slamet Kini Berpulang

Ossid Duha Jussas SalmaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 4, 2026 1:04 pm
Ossid Duha Jussas Salma
Syifa Fauziah
Share
Mbah Slamet
Mbah Slamet (Foto: YouTube Kisah Tanah Jawa)
SHARE

Kabar duka atas berpulangnya Slamet Suradio atau Mbah Slamet, masinis KA 225, pada 3 Juni 2026 kembali memunculkan ingatan publik pada salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah perkeretaapian Indonesia, Tragedi Bintaro 1987.

Daftar isi Konten
  • Tragedi Bintaro 1987 yang Mengubah Sejarah
  • Mbah Slamet di Balik Tragedi
  • Kesaksian Mbah Slamet dalam Tragedi
  • Di Balik Jeruji, Ia Tetap Membantah
  • Kecelakaan Bekasi dan Pertanyaan yang Kembali Muncul
  • Respon Netizen atas Kabar Duka Mbah Slamet
  • Belajar dari Masa Lalu

Sejarah kemudian kembali menoleh pada Tragedi Bintaro 1987 yang kelam, sebuah peristiwa yang hingga kini masih menjadi bagian dari refleksi panjang keselamatan transportasi kereta api di Indonesia, termasuk perdebatan tentang keadilan bagi para pihak yang terlibat dalam sistem tersebut.

Di tengah kabar duka ini, ingatan publik tidak hanya berhenti pada masa lalu. Peristiwa-peristiwa kecelakaan kereta yang terjadi di berbagai waktu, termasuk yang terbaru di Bekasi.

Baca juga:
Pemilik PT Djarum Bambang Hartono Tutup Usia Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia, Pemilik perusahaan rokok PT Djarum…
Kabar Duka, Mantan Wapres RI ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia… Kabar duka datang dari dunia politik Indonesia, Mantan Wakil Presiden RI ke-6,…
Kabar Duka, Aktor Epy Kusnandar Meninggal Dunia Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Salah satu aktor…
  • Pemilik PT Djarum Bambang Hartono Tutup Usia
  • Kabar Duka, Mantan Wapres RI ke-6 Try Sutrisno Meninggal Dunia di Usia…
  • Kabar Duka, Aktor Epy Kusnandar Meninggal Dunia

Ingatan ini memunculkan pertanyaan yang sama, sejauh mana sistem keselamatan perkeretaapian telah berubah, dan apakah pola persoalan lama benar-benar telah ditinggalkan?

Tragedi Bintaro 1987 yang Mengubah Sejarah

Tragedi Bintaro yang terjadi pada 19 Oktober 1987 menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling mematikan dalam sejarah Indonesia. Peristiwa frontal tersebut melibatkan KA 225 jurusan Rangkasbitung – Jakarta dan KA 220 Patas Merak–Tanah Abang di jalur tunggal kawasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.

Karena tabrakan saling beradu, peristiwa ini kerap disebut ‘adu banteng’ dan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Tercatat korban meninggal dunia mencapai antara 139 hingga 156 orang, sementara sekitar 250 hingga 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Hampir empat dekade berlalu, Tragedi Bintaro masih dikenang sebagai pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik.

Mbah Slamet di Balik Tragedi

Dalam video dokumenter dari YouTube Kisah Tanah Jawa yang berjudul Mengais Sisa Tangis – Tragedi Bintaro, Mbah Slamet membantah berbagai isu yang beredar mengenai dirinya pascakecelakaan.

Ia menegaskan bahwa kabar yang menyebut dirinya melompat dari kereta sebelum tabrakan terjadi tidak benar.

“Yang membuat isu beredar di internet itu siapa? Ada yang bilang katanya saya loncat. Itu bohong sekali, itu orang fitnah. Jelas fitnah,”

tegasnya.

Kesaksian Mbah Slamet dalam Tragedi

Dalam kesaksiannya, Mbah Slamet mengaku menjalankan kereta berdasarkan surat perintah perjalanan atau petunjuk operasi yang diberikan kepadanya.

“lantas bukti PTP segala macamnya itu tidak ada artinya,”

tegasnya dalam wawancara saat menjelaskan vonis penjaranya keluar dan bukti surat PTP nya tidak dijadikan pertimbangan lebih lanjut.

Secara sederhana, PTP merupakan dokumen atau surat perintah yang diberikan kepada masinis sebagai pedoman perjalanan kereta, itu yang menjadi penegasan Mbah Slamet bahwa perjalanan kereta apinya pada hari kecelakaan termasuk prosedur normal.

Di Balik Jeruji, Ia Tetap Membantah

Setelah Tragedi Bintaro 1987, Mbah Slamet harus menghadapi proses hukum dan divonis lima tahun penjara. Ia menjalani masa tahanan di Lapas Cipinang dan bebas sekitar tahun 1992. Bahkan, ia tidak mendapatkan sepeserpun uang pensiuan dari pengabdiannya selama bekerja.

Ia kehilangan pekerjaannya sebagai masinis, serta tidak memperoleh hak pensiun setelah masa pengabdiannya berakhir.

Meski telah divonis bersalah dan menjalani hukuman, Mbah Slamet mengaku tidak pernah merasa dirinya melakukan tindakan yang disengaja hingga menyebabkan kecelakaan. Dalam berbagai kesempatan, ia tetap mempertahankan keyakinannya.

“Karena, sekalipun saya dipenjara kan bukan karena saya berbuat jahat, kan ini musibah, kecelakaan,”

ujar Mbah Slamet.

Bagi Mbah Slamet, hukuman penjara hanyalah satu bagian dari konsekuensi yang harus ditanggung setelah Tragedi Bintaro. Hingga akhir hayatnya, beliau masih tetap teguh mengatakan bahwa dia sudah menjalankan prosedur dengan benar.

Kecelakaan Bekasi dan Pertanyaan yang Kembali Muncul

Puluhan tahun setelah Tragedi Bintaro, Indonesia masih menghadapi berbagai insiden perkeretaapian. Salah satu yang kembali menjadi perhatian publik adalah kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.

Dalam peristiwa tersebut, Kereta Api Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL Commuter Line jurusan Cikarang yang sedang berhenti di jalur stasiun.

Meski terjadi dalam konteks, teknologi, dan kondisi operasional yang berbeda dengan Tragedi Bintaro 1987, kecelakaan ini kembali memunculkan pertanyaan yang sama, apakah seluruh pelajaran dari tragedi masa lalu telah benar-benar diterapkan secara optimal?

Masinis Argo Anggrek Ngerem 1,3 Km Sebelum Tabrakan, KNKT: Pusat Pengendali Cuma ‘Modal Suara’

Respon Netizen atas Kabar Duka Mbah Slamet

“Selamat jalan, Mbah. Terima kasih atas segala bentuk pegabdian selama ini”,

kata @Omnduut

“Tuntut semua diakhirat yaa pak biar Allah yang balas semua kecurangan yang ada disana turut berdukacita sedalam-dalamnya semoga alm tenang dan ditempatkan disyurgaNya aamiin yaAllah”

@macutejekey

Belajar dari Masa Lalu

Kisah Mbah Slamet menjadi pengingat bahwa sebuah kecelakaan besar tidak hanya meninggalkan korban di lokasi kejadian, tetapi juga dapat mengubah hidup banyak orang yang terlibat di dalamnya.

Di balik laporan investigasi, proses hukum, dan perdebatan mengenai penyebab kecelakaan, terdapat manusia-manusia yang harus menjalani konsekuensinya selama bertahun-tahun.

Karena itu, mengenang Tragedi Bintaro bukan sekadar membuka kembali luka lama. Peristiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran berharga agar setiap pemangku kepentingan terus memperkuat budaya keselamatan, memperbaiki sistem pengawasan, dan memastikan setiap perjalanan kereta berlangsung seaman mungkin.

Tag:Kabar Dukamasinis KA 225Mbah SlametTragedi Bintaro 1987
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
2
Anggaran Kementerian PU 2027 Terpenuhi 44,8%, Bagaimana Nasib Infrastuktur Nasional?
By Rika Pangesti
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR Lasarus (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
3
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
4
Kejagung Buru Bukti Baru, Penggeledahan Kasus MBG Meluas ke Jakarta-Bandung
By Rahmat Baihaqi
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mangasa, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (6/2/2026). Pemerintah menargetkan 60 ribu Koperasi Merah Putih dapat beroperasi hingga akhir Desember 2026.
Nasional

DPR Bongkar Keluhan Desa, Warga Daftar Tapi Tak Dilibatkan Kelola Koperasi Merah Putih

Komisi VI DPR RI menerima banyak laporan dari daerah terkait proses rekrutmen…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
1 jam lalu
Nasional

700 Buruh Diduga Di-PHK Tanpa Pesangon, DPR Minta Pemerintah Bertindak Tegas

Lebih dari 700 pekerja dilaporkan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Aksi mahasiswa 'Menuju Indonesia Bangkrut' yang hendak menuju Bundaran HI, Jakarta.
Nasional

TNI Kawal Demo Mahasiswa, Amnesty: Aspirasi Rakyat Jangan Dijawab dengan Barisan Tameng

Amnesty International Indonesia mengkritisi pengerahan TNI dalam mengawal aksi demonstrasi mahasiswa, Jumat,…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
4 jam lalu
Asisten Deputi Koordinasi Otonomi Khusus Kemenko Polkam, Ruly Chandrayadi
Nasional

Otsus Papua Tersendat, Sebagian Besar Amanat Regulasi Masih Menggantung

Lima tahun setelah revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up