Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / DPR Respons Kekhawatiran Investor soal Arah Ekonomi RI: Tetap Berpegang pada Konstitusi
Nasional

DPR Respons Kekhawatiran Investor soal Arah Ekonomi RI: Tetap Berpegang pada Konstitusi

Rika PangestiSyifa Fauziah
Last updated: Juni 4, 2026 5:39 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
SHARE

Munculnya kekhawatiran sebagian investor dan pengamat bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia mulai mengarah ke sistem sosialisme, mendapat respons dari DPR RI.

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa DPR akan mencermati berbagai pandangan yang berkembang di masyarakat.

Namun, ia memastikan seluruh kebijakan negara tetap harus berjalan sesuai koridor konstitusi.

Baca juga:
RUU Perampasan Aset Dijadikan Taruhan Jabatan, Peneliti BRIN: Harus Kelembagaan,… Janji tiga Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa, dan…
Rupiah Melemah ke Rp17.655 per Dolar AS, Investor Menanti Cadangan… Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07 persen atau 13 poin ke level…
RUU Perampasan Aset Bisa Jadi "Jebakan Batman", Pakar: Jangan Sampai… Rencana DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset paling lambat 15 Desember 2026 mendapat…
  • RUU Perampasan Aset Dijadikan Taruhan Jabatan, Peneliti BRIN: Harus Kelembagaan, Bukan Personal
  • Rupiah Melemah ke Rp17.655 per Dolar AS, Investor Menanti Cadangan Devisa RI
  • RUU Perampasan Aset Bisa Jadi "Jebakan Batman", Pakar: Jangan Sampai Berubah Jadi…

Pernyataan itu disampaikan Cucun saat ditanya soal kekhawatiran bahwa peran negara yang semakin besar dalam perekonomian dapat mengurangi minat investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Menurutnya, berbagai kritik maupun kekhawatiran yang muncul merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi dan akan menjadi perhatian DPR.

“Itu pandangan silakan, tetapi nanti semua wacana-wacana atau misalkan tadi isu-isu yang muncul itu DPR juga akan menyikapi,”

kata Cucun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Meski demikian, Cucun menegaskan DPR akan tetap mengawal arah kebijakan pemerintah agar tidak keluar dari landasan konstitusi yang berlaku.

“Kita akan melihat bagaimana tetap kita ini berpedoman, berpegang pada satu payung hukum yaitu Konstitusi Undang-Undang Dasar 1945,”

ujarnya.

Adapun, pernyataan ini muncul di tengah perdebatan mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintah yang belakangan dinilai sebagian kalangan semakin menempatkan negara sebagai aktor utama dalam sejumlah sektor strategis.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap iklim investasi, terutama jika ruang bagi pihak swasta dinilai semakin menyempit.

Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menilai perhatian para investor global saat ini tidak lagi melihat seberapa besar ekonomi Indonesia bisa tumbuh, melainkan lebih fokus pada tingkat kepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah.

“Pasar saat ini tidak lagi mempertanyakan kemampuan Indonesia untuk tumbuh, melainkan mempertanyakan kredibilitas Indonesia,”

kata Liza kepada wartawan, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga:
Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Dibuka Menguat ke Level 6.622 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan Rabu pagi, 2 September…
Rumah Mewah Kader PKB Disita KPK, Cucun: Mau Siapa Pun,… Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Cucun Ahmad Syamsurijal tak mempersoalkan…
DPR Kebut RUU Perampasan Aset Usai Demo Pati Timbulkan Tanda… Janji DPR RI mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset setelah aksi Aliansi Masyarakat…
  • Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Dibuka Menguat ke Level 6.622
  • Rumah Mewah Kader PKB Disita KPK, Cucun: Mau Siapa Pun, Kami Hargai…
  • DPR Kebut RUU Perampasan Aset Usai Demo Pati Timbulkan Tanda Tanya

Menurut Liza, ada beberapa faktor utama yang membuat para investor khawatir dan memilih keluar dari pasar saham Indonesia. Di antaranya:

  1. Munculnya penilaian buruk (outlook negatif) untuk Indonesia dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch Ratings.
  2. Nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga hampir menyentuh Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
  3. Menyusutnya jumlah kelompok kelas menengah di Indonesia yang selama ini menjadi penggerak utama konsumsi masyarakat.
  4. Terjadinya aksi jual dan kaburnya dana investor asing secara terus-menerus (foreign outflow).

Investor Global Hanya Kurangi Saham di Indonesia

Kondisi ini membuat pasar mulai memperlakukan Indonesia berbeda dengan negara-negara berkembang lainnya.

Berdasarkan data, dana kelolaan luar negeri khusus Indonesia atau Indonesia ETF (EIDO) mencatat kerugian hingga 28,6 persen sejak awal 2025.

Padahal di sisi lain, pasar saham negara berkembang secara umum justru naik 64,6 persen, Vietnam tumbuh 63,2 persen, Taiwan melesat 107,2 persen, dan Amerika Serikat naik 30,9 persen.

Tag:Cucun Ahmad SyamsurijalDPR RIEkonomi RIinvestor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
BYD Siapkan Denza N8L EV, SUV 6 Penumpang dengan Jarak Tempuh hingga 960 Km
By Hadi Febriansyah
Penampakan Denza N8L EV. (Sumber: Denza)
1
Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Level III Siaga! Radius 3 Km Wajib Dihindari
By Natania Longdong
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
2
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Ambil Langkah Ini
By Hadi Febriansyah
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Ambil Langkah Ini
3
RUU Perampasan Aset Dipastikan Diketok 15 Desember, Sahroni: Besok Ribut Lagi
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni
4
Jangan Kaget! Suhu Jakarta Hari Ini Bisa Tembus 35 Derajat, Cek Wilayahnya
By Syifa Fauziah
Ilustrasi aktivitas warga di tengah terik cuaca Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri meneken nota kerjasama dengan kepolisian Malaysia.
Nasional

Tak Cuma Kurir, Polri dan Malaysia Kini Bidik Mastermind Sindikat Narkoba Internasional

Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Narkoba Bareskrim Polri meneken nota kerjasama dengan kepolisian…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
42 menit lalu
Petugas pemadam kebakaran Mitra Bhakti menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Minggu
Nasional

Karhutla Makin Mengkhawatirkan! 138 Orang Jadi Tersangka, 8 Korporasi Ikut Diselidiki

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ada 138 orang yang sudah ditetapkan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
43 menit lalu
Ilustrasi Gedung DPR
Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam, DPR Tegaskan Sekolah Terdampak Wajib PJJ

Komisi X DPR RI minta sekolah di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
46 menit lalu
Ilustrasi Anggota Kepolisian
Nasional

Polri Akui Ada Anggota Jadi Backing Korporasi dalam Konflik Lahan, 1 Orang Kena Sanksi

Polri mengakui masih menemukan personelnya yang berpihak kepada korporasi dalam konflik agraria.Bahkan,…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
49 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up