Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 13 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / DPR Sentil Kementerian HAM: Jangan Sibuk Urus Indeks, Pelanggaran HAM di Lapangan Masih Banyak
Nasional

DPR Sentil Kementerian HAM: Jangan Sibuk Urus Indeks, Pelanggaran HAM di Lapangan Masih Banyak

Rika PangestiIvan OWRITE
Last updated: Juni 13, 2026 7:55 pm
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
Share
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Meity Rahmatia
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Meity Rahmatia (Foto: fraksi.pks.id)
SHARE

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Meity Rahmatia, mengingatkan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak terlena dengan capaian indeks, penghargaan, maupun laporan administrasi.

Daftar isi Konten
  • Penyusunan Instrumen dan Laporan Administratif
  • Program Penguatan Kesadaran HAM

Menurutnya, ukuran keberhasilan perlindungan HAM bukan terletak pada angka-angka, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan kehadiran negara dalam menyelesaikan berbagai persoalan HAM di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Meity saat Rapat Kerja Komisi XIII DPR RI bersama Kementerian HAM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Saya mengapresiasi capaian tahun 2025, termasuk berbagai predikat yang diraih Kementerian HAM. Namun tugas utama kementerian ini bukan sekadar menghasilkan indeks dan capaian administrasi, melainkan memastikan perlindungan HAM benar-benar dirasakan sampai tingkat akar rumput,”

tutur Meity.

Meski mengapresiasi capaian kinerja Kementerian HAM sepanjang 2025, Meity menilai masih terdapat persoalan mendasar dalam struktur anggaran kementerian tersebut.

Baca juga:
Pigai Mau Sipil Jadi PJU Polri, Sahroni: Pak, Jangan Usul… Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menanggapi usulan Menteri Hak…
Dituding Lemahkan Komnas HAM Lewat RUU, Pemerintah Langsung Ngamuk  Pemerintah membantah keras tudingan, bahwa revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang…
Komnas HAM Soroti Kelemahan Lembaganya, Revisi UU Jadi Mendesak Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.…
  • Pigai Mau Sipil Jadi PJU Polri, Sahroni: Pak, Jangan Usul yang Enggak-Enggak!
  • Dituding Lemahkan Komnas HAM Lewat RUU, Pemerintah Langsung Ngamuk 
  • Komnas HAM Soroti Kelemahan Lembaganya, Revisi UU Jadi Mendesak

Ia menyoroti besarnya porsi belanja internal dibanding program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Untuk menggambarkan kondisi itu, Meity mengibaratkan Kementerian HAM seperti rumah sakit yang memiliki banyak tenaga medis dan administrasi, tetapi minim obat untuk menyelesaikan masalah pasien.

Saya membayangkan Kementerian HAM seperti sebuah rumah sakit. Anggarannya naik perlahan, tetapi ketika datang ke sana, sebagian besar habis untuk kebutuhan internal. Akhirnya masyarakat hanya mendapatkan diagnosis, sementara solusi atas persoalan yang dihadapi masih terbatas,”

ujarnya.

Kritik tersebut muncul setelah Meity melakukan kunjungan mendadak ke kantor wilayah Kementerian HAM di daerah pemilihannya.

Penyusunan Instrumen dan Laporan Administratif

Dari hasil pengamatannya, sebagian besar pegawai masih disibukkan dengan penyusunan instrumen dan laporan administratif untuk kebutuhan pusat.

Saya datang langsung ke kantor wilayah dan melihat banyak pegawai sibuk menyusun instrumen laporan. Sementara di sisi lain, masih banyak persoalan dan pelanggaran HAM yang membutuhkan penyelesaian nyata di lapangan,”

katanya.

Karena itu, Meity meminta evaluasi menyeluruh terhadap sejumlah program yang dinilai terlalu administratif dan belum menunjukkan dampak yang terukur bagi masyarakat.

Tak Mau Polisi Terus Jadi Sasaran, Sahroni Minta Komnas HAM juga Bisa Dikoreksi

Salah satu yang menjadi sorotannya adalah program penilaian kepatuhan pelaku usaha terhadap prinsip bisnis dan HAM.

Menurutnya, pemerintah harus mampu menjelaskan secara konkret manfaat program tersebut.

Kami perlu mendapatkan penjelasan yang lebih konkret mengenai indikator keberhasilan program kepatuhan HAM bagi pelaku usaha. Dampaknya bagi masyarakat dan dunia usaha harus bisa diukur secara jelas,”

tegasnya.

Program Penguatan Kesadaran HAM

Ia juga mempertanyakan efektivitas program penguatan kesadaran HAM yang selama ini menjadi salah satu agenda prioritas kementerian.

Menurut Meity, program tersebut harus memiliki indikator yang jelas dan bisa diukur hasilnya.

Jangan sampai istilah penguatan kesadaran HAM hanya menjadi slogan. Kami ingin melihat indikator yang terukur dan aksi nyata yang dirasakan masyarakat,”

ujarnya.

Pada akhir rapat, Meity berharap tambahan anggaran yang diajukan Kementerian HAM untuk tahun 2027 tidak habis terserap untuk kebutuhan birokrasi semata.

Anggaran tersebut, kata dia, seharusnya diarahkan untuk memperkuat penyelesaian berbagai persoalan HAM yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Kami berharap Kementerian HAM hadir memberikan solusi atas persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan, termasuk berbagai pelanggaran HAM yang masih muncul di sejumlah sektor. Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya administrasi yang baik, tetapi juga penyelesaian masalah yang nyata,”

pungkas Meity.
Tag:DPR Komisi XIIIKementerian HAMMeity RahmatiaPelanggaran HAM
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Zaskia Adya Mecca Turun ke Jalan, Bagikan Logistik Gratis untuk Mahasiswa Demo di Bundaran HI
By Syifa Fauziah
Zaskia Adya Mecca
1
DPR Minta Warga Tak Lagi Berobat ke Luar Negeri, Sebut Layanan Rumah Sakit di Dalam Negeri Sudah Canggih
By Rika Pangesti
Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Indah Kurniawati saat mengikuti kunjungan BURT DPR RI ke National Hospital Surabaya
2
Bantah Sengaja Bikin Sinyal Demo ‘Indonesia Bangkrut’ Jadi Lemot, Polisi: Karena Kebanyakan Orang
By Rahmat Tunny
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut', 12 Juni 2026, di Jakarta.
3
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
4
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
5

BERITA LAINNYA

Warga yang tergabung dalam aliansi MBG Watch membawa peralatan dapur saat aksi unjuk rasa di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta Pusat
Nasional

Ganti Kepala BGN Dinilai Tak Cukup, Audit Total MBG Didesak Perlu Dilakukan

Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai tidak otomatis menyelesaikan berbagai persoalan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat
Nasional

Ribuan Calon Dokter Terancam Gagal Lulus, DPR Desak Perbaikan Sistem Ukom dan UKT Pasca-Koas Dihapus

Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat, mendesak pemerintah segera membenahi sistem…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
2 jam lalu
Petani membajak sawah dengan traktor pada lahan bekas banjir di area persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

DPR Ingatkan Daerah Jangan Gampang Alih Fungsi Sawah, Kedaulatan Pangan Terancam

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengingatkan pemerintah…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
3 jam lalu
Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher
Nasional

Ombudsman Sentil BGN dan Imipas: Abaikan Rekomendasi hingga Maladministrasi Berulang

Ombudsman RI menyoroti lemahnya tindak lanjut rekomendasi perbaikan yang sebelumnya telah diberikan…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up