Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Safaruddin, mendorong Polri segera melengkapi personelnya dengan body camera atau bodycam saat bertugas di lapangan.
Menurutnya, perangkat tersebut penting untuk memastikan setiap tindakan kepolisian saat penangkapan dapat dipertanggungjawabkan dan terdokumentasi dengan baik.
Usulan itu disampaikan Safaruddin dalam rapat pembahasan anggaran Polri bersama Komisi III DPR RI yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026.
Ia menilai, pengadaan bodycam seharusnya tidak menjadi persoalan besar karena sebagian besar anggota kepolisian saat ini sudah menggunakan perangkat digital dalam bekerja.
Tadi disampaikan oleh Pak Ketua Komisi III itu CCTV. Kita datang ke polda-polda itu memang belum ada anggaran itu, Pak. Mungkin kalau ada yang sekarang ini kan sudah pakai laptop semua, tinggal nambah CCTV saja dengan bodycam untuk di lapangan,”
kata Safaruddin.
Menurut dia, bodycam dapat menjadi alat kontrol sekaligus perlindungan bagi masyarakat maupun anggota Polri ketika terjadi sengketa terkait tindakan aparat di lapangan.
Ketika dia melakukan penangkapan, juga harus anggota kita dilengkapi bodycam supaya tidak ada lagi pertengkaran ada tindak kekerasan atau tidak, tinggal kita memutar kembali yang sudah direkam itu, Pak,”
ujarnya.
Safaruddin mengatakan rekaman bodycam dapat menjadi bukti objektif untuk memastikan apakah prosedur penangkapan telah dijalankan sesuai aturan atau justru terjadi pelanggaran oleh aparat.
Ia bahkan menyebut penggunaan bodycam sejalan dengan semangat pembaruan hukum pidana yang sedang berjalan.
Ya itu amanat dari KUHP yang baru,”
katanya.
Selain bodycam, Safaruddin juga menyoroti perlunya modernisasi alat material khusus (almatsus) Polri, termasuk kendaraan taktis yang digunakan di lapangan.
Menurutnya, peralatan kepolisian harus terus diperbarui agar mampu mendukung tugas personel sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.
Ia mengingatkan eskalasi pengamanan diperkirakan akan meningkat menjelang Pemilu 2029, sehingga kelengkapan peralatan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Maksud saya, ini menghadapi eskalasi akan meningkat terus sampai Pemilu 2029. Saya kira alat-alat kelengkapan Polri betul-betul secara lengkap. Jangan sampai anggota kita jadi korban di lapangan karena ada peralatan yang tidak dilengkapi,”
ujar Safaruddin.
Dalam pembahasan anggaran tahun 2027, Polri memang mengusulkan tambahan anggaran untuk modernisasi alat utama dan alat material khusus guna mendukung operasional serta pengamanan agenda nasional dalam beberapa tahun ke depan.


