Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

DPR Desak Hukuman Berat untuk Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal. (Sumber: dpr.go.id)

Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita di Kabupaten Bandung, Jawa Barat jadi sorotan DPR RI. Polisi diminta tak menunda penegakan hukum terhadap terduga pelaku yang sudah ditangkap.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta kepolisian segera memberikan hukuman berat kepada pelaku yang diduga melakukan kekerasan dalam jangka waktu lama terhadap korban.

Harus ada tindakan tegas bagi pelaku penyekapan dan penganiayaan yang menyebabkan korban mengalami luka serius dan trauma. Apa yang dilakukan pelaku merupakan bentuk perampasan kebebasan individu,”

kata Cucun, Rabu, 24 Juni 2026.

Insiden tragis terhadap korban jadi sorotan publik usai YTR diketahui diduga mengalami penyekapan serta kekerasan bertahun-tahun. Terduga pelaku adalah kekasih dari korban.

Iklan

Kondisi korban saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan kondisi luka serius dan trauma mendalam.

Cucun menyampaikan aparat penegak hukum harus menuntaskan kasus ini tanpa pengecualian.

Polisi juga harus mampu mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman berat kepada pelaku karena perbuatannya sangat keji,”

ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta penyelidikan diperluas untuk mengungkap kemungkinan adanya tindak pidana lain. Hal itu termasuk dugaan kekerasan seksual maupun bentuk eksploitasi terhadap korban.

Menurut Cucun, penanganan kasus ini tidak cukup hanya pada aspek hukum. Namun, juga pemulihan korban yang harus menjadi perhatian utama.

Ia menilai korban membutuhkan pendampingan menyeluruh, baik medis maupun psikologis. Sebab, mengingat kekerasan yang dialami korban berlangsung dalam waktu lama.

Selain perawatan medis, rehabilitasi psikologis juga sangat penting agar korban dapat pulih secara menyeluruh dari trauma yang dialaminya,”

lanjut politikus PKB itu.

Sebagai Pimpinan DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Cucun juga menyoroti pentingnya pencegahan kasus serupa melalui edukasi publik tentang relasi yang tidak sehat atau toxic relationship.

Ia menilai banyak korban kekerasan terjebak dalam hubungan penuh kontrol dan manipulasi, sehingga sulit keluar atau meminta pertolongan.

Perlu ada edukasi yang lebih masif agar masyarakat memahami tanda-tanda relasi yang tidak sehat dan berani mencari bantuan sebelum kekerasan terjadi lebih jauh,”

kata Cucun.

Cucun turut mendorong kepolisian, khususnya Polda Jawa Barat, untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh serta memperkuat perlindungan terhadap masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran publik dalam mencegah kasus serupa.

Saya mengimbau masyarakat yang mengetahui atau melihat tanda-tanda kekerasan di lingkungan sekitar untuk segera melapor kepada pihak berwenang. Kepedulian sosial sangat penting untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya,”

tuturnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.