Presiden Prabowo Subianto, dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, menegaskan koperasi merupakan instrumen untuk memperkuat kelompok masyarakat yang selama ini berada di lapisan ekonomi bawah.
Mengutip dari akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, Minggu, 12 Juli 2026, dia mengatakan koperasi menjadi wadah bagi rakyat kecil untuk membangun kekuatan ekonomi melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah, alatnya orang miskin. Tapi seperti sapu lidi, satu lidi lemah, tapi bergabung itu (jadi) kekuatan,”
kata Prabowo di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
Politisi Partai Gerindra itu juga meyakini gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi nasional yang mampu menjaga perputaran uang tetap berada di dalam negeri.
“Jangan khawatir, Gerakan Koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Kekuatan ekonomi yang tidak akan bawa uang lari dari Indonesia,”
ujar dia.
Ekonomi Desa
Presiden mengatakan pemerintah akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berawal dari desa, kecamatan, hingga kabupaten sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kalau selama ini kekayaan rakyat Indonesia disedot, kita (rakyat dan pemerintah) akan kembalikan sekarang. Ekonomi akan turun (dirasakan) kepada rakyat,”
tegas Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menekankan penguatan koperasi bukan berarti melemahkan pelaku usaha lainnya. Bahkan pembangunan ekonomi nasional membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari koperasi, UMKM, swasta, mapun BUMN.
Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong agar kebangkitan ekonomi dapat terwujud.
“Mari kita (rakyat dan pemerintah) bersatu, mari gotong royong, mari kerja sama. (Pihak) yang kuat bantu yang lemah, (pihak) yang lemah kerja sama yang baik. Insyaallah kita akan bangkit,”
imbuh Prabowo.



















