Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Heboh Mutasi ASN ‘Ngasal’ Kementerian PU, Dody Hanggodo: Pindah ke Daerah Bukan Hukuman

Menurut Dody, penugasan di luar Jakarta justru menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab ASN Kementerian PU.

Menteri PU Dody Hanggodo saat dijumpai Wartawan di Kantornya. (Sumber: Owrite/Nantania Longdong)
Menteri PU Dody Hanggodo saat dijumpai Wartawan di Kantornya. (Sumber: Owrite/Nantania Longdong)

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menanggapi sejumlah isu terkait penempatan atau mutasi aparatur sipil negara (ASN) di kementeriannya ke berbagai daerah di Indonesia timur yang identik sebuah hukuman. Dia mengklaim mutasi tersebut bukan merupakan bentuk hukuman. 

Menurut Dody, penugasan di luar Jakarta justru menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab ASN Kementerian PU sekaligus kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman di lapangan. 

Suatu hal yang harus saya mulai kikis pelan-pelan dari teman-teman PU bahwa penempatan di luar Jakarta dimanapun berada itu jangan dianggap sebagai hukuman di Indonesia Timur, di Indonesia Barat, di Indonesia Tengah,”

kata Dody kepada wartawan saat berada di Kantor Kementerian PU, Jakarta, dikutip Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menegaskan, tugas ASN Kementerian PU itu membangun dan memelihara infrastruktur. Dan itu ada di mana-mana, apalagi sekarang ketambahan jalan daerah dan irigasi daerah. Sehingga, tidak mungkin atasi permasalahan daerah hanya di Jakarta saja.

Iklan

Dody Bilang Bisa Asah Kreativitas ASN

Menurut Dody, penugasan di daerah justru memberikan ruang lebih besar bagi ASN mengasah kreativitas dan memperkaya pengalaman. Selain terlibat langsung dalam pembangunan infrastruktur, ASN juga dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan lokal mengenai karakteristik wilayah.

Bekerja di daerah itu maksudnya lebih mulia karena kreativitasnya bisa lebih baik lagi di sana, kemudian interaktif dia dengan masyarakat setempat bisa lebih. Bagaimanapun juga kita ini manusia biasa, pendatang, orang lokal pasti jauh lebih mengerti,”

ujarnya.

Ia mencontohkan, dalam pembangunan infrastruktur, pengetahuan masyarakat lokal sering kali menjadi pelengkap teknologi modern. Sebab, pengalaman warga yang telah lama tinggal di suatu daerah dapat membantu pemerintah memahami kondisi lapangan, seperti keberadaan sumber air maupun karakteristik tanah, sehingga pembangunan menjadi lebih tepat sasaran.

Ilustrasi ASN saat apel.
Ilustrasi ASN saat apel. (Sumber: Antara Foto/Yulius Satria Wijaya/agr)

Mutasi Jangan Dihindari

Karena itu, Dody berharap tidak ada lagi ASN Kementerian PU yang memandang penugasan di daerah sebagai sesuatu yang harus dihindari.

Menurut saya benar-benar tidak boleh itu ASN Kementerian PU menganggap penempatan dimanapun berada, mau di Papua, mau di Maluku, mau di Aceh, mau di mana pun, Sumba atau mana pun. Justru itu adalah tempat mereka diangkat harkat martabatnya, lebih dipintarkan lagi. Jadi dengan mudah nanti kemudian masuk Jakarta, jadi Direktur, Dirjen atau even Menteri kalau kemudian memang mempunyai kemampuan di atas sana,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.