“Saya sampaikan kepada mitra yang bersangkutan, mungkin saya tidak bisa memenuhi janji pimpinan dahulu. Diiming-imingi macam-macam, untung sekian kali sekian, mungkin tidak bisa kami penuhi,”
lanjut dia.
Meski demikian, Sudaryono menegaskan BGN tidak lepas tangan terhadap mitra yang telanjur berinvestasi, maka pemerintah tengah mencari formula agar mereka tidak menjadi korban perubahan kebijakan.
“Kami pastikan akan mencari skema yang adil supaya orang yang sudah bersusah payah, ada yang, mohon maaf, menggadaikan rumahnya, ada yang enggak berani pulang karena rumahnya didatangi orang akibat ditagih utang dan lain-lain, agar mereka mendapatkan keadilan. Setidaknya tidak dirugikan,”
kata Sudaryono.
Sabar dan Jalan Keluar
Ia meminta seluruh mitra bersabar sembari BGN menyusun mekanisme penyelesaian yang adil.
“Saya meminta waktu kepada seluruh mitra yang selama ini mencari keadilan selama berbulan-bulan ini untuk sedikit bersabar. Saya berkomitmen mencari solusi baik. Tidak mungkin untung ugal-ugalan sebagaimana yang dijanjikan dulu, tapi kami memastikan yang bersangkutan tidak dirugikan karena sudah berinvestasi dari uang sendiri,”
ucap eks asisten pribadi Prabowo Subianto itu.
Di sisi lain, Sudaryono menegaskan BGN bersama Kejaksaan Agung juga tengah menyisir seluruh mitra dan yayasan yang terbukti melanggar peraturan, serta memastikan sanksi bagi mereka.
“Bahkan Kejaksaan Agung pun juga menyisir semua mitra dan yayasan yang tidak benar. Intinya apa pun rekomendasi, apa pun temuan akan kami tindak lanjuti. Kalau manakala terbukti tidak benar maka harus diberi sanksi, kami suspend. Kami tidak toleransi itu,”
kata Sudaryono.