Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum ikut terlibat dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menginstruksikan Kejaksaan dan Polri turun tangan apabila masyarakat tetap membandel membuang sampah sembarangan meski sudah berulang kali diberi peringatan.
Arahan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri akad massal 62.000 unit KPR rumah subsidi dan penyaluran KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Prabowo mengatakan kepala daerah harus berani menegur masyarakat yang tidak menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari pemilik rumah hingga pelaku usaha.
Kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur pemiliknya. Kalau depan rumahnya kotor, tegur. Toko yang tidak menjaga kebersihan juga ditegur,”
kata Prabowo.
Menurutnya, apabila teguran tidak diindahkan, maka penanganannya harus ditingkatkan dengan melibatkan aparat penegak hukum.
Kalau berkali-kali ditegur tidak mau berubah, panggil tim gabungan. Kejaksaan dan Polri bekerja bersama. Saya serius,”
tegasnya.
Prabowo menilai, kebersihan merupakan bagian dari kehormatan bangsa. Karena itu, ia tidak ingin Indonesia dikenal sebagai negara yang kotor.
Kebersihan adalah kehormatan bangsa. Tidak boleh bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang jorok. Tidak boleh ada kota di Indonesia yang jorok. Ini tantangan kita bersama,”
ujarnya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Prabowo meminta seluruh pemimpin di daerah aktif turun ke lapangan memantau kondisi lingkungan.
Gubernur yang hebat, bupati yang hebat, wali kota yang hebat, Pangdam, Kapolda, Danrem, Dandim, Kapolres, hingga Kapolsek harus setiap hari mengecek sungai dan lingkungan,”
katanya.
Ia juga meminta para pemimpin tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat.
Minimal satu jam sehari berkeliling. Pemimpin harus berada di depan dan bersama rakyat,”
ujar Prabowo.
Presiden menargetkan persoalan sampah di Indonesia dapat diselesaikan paling lambat akhir 2027. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga menentukan citra bangsa dan daya tarik sektor pariwisata.

























