Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memulai realisasi investasi pembangunan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir mengatakan proyek tersebut membutuhkan investasi senilai Rp3 triliun.
Dan inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 lapangan kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekitar 80 persen,”
kata Pandu dalam Peresmian Pembangunan PSEL Bali, dikutip dari akun resmi Youtube Danantara Indonesia, Rabu, 8 Juli 2026.
Investasi Rp3 Triliun untuk Kelola Sampah Bali


Pandu menjelaskan bahwa fasilitas PSEL Denpasar Raya dirancang menggunakan standar Eropa sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan sistem pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, hingga mendorong aktivitas ekonomi di Bali.
Proyek ini juga ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun atau lebih dari 40 persen timbulan sampah Bali terolah.
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan sampah, proyek tersebut juga diharapkan memberikan manfaat besar dari sisi lingkungan.
PSEL Bali juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sebesar 640.000 ton secara CO2 per tahun,”
tambahnya.
Listrik untuk 100 Ribu Rumah Tangga


Tak hanya berkontribusi pada pengurangan sampah dan emisi karbon, fasilitas ini juga akan menghasilkan energi hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat Bali.
Pandu menegaskan, listrik yang dihasilkan dari PSEL Denpasar Raya diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 100.000 rumah tangga di Pulau Dewata.
Pada hari ini, Rabu 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL,”
imbuhnya.























