Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Pilot Malaysia Ditangkap Bawa Puluhan Ribu Ekstasi, Bea Cukai Bongkar Modus Jalur Khusus

Bea Cukai Soetta beberkan aksi pilot Malaysia yang ditangkap karena menyelundupkan 70.114 butir ekstasi dan 4 gram sabu.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang (kiri) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) menunjukkan seragam pilot milik tersangka saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan ekstasi dan sabu di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (tengah) didampingi Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Hengky Aritonang (kiri) dan Kasubdit 2 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Awaludin Amin (kanan) menunjukkan seragam pilot milik tersangka saat konferensi pers pengungkapan penyelundupan ekstasi dan sabu di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/kye)

Bea Cukai Soekarno-Hatta membeberkan aksi pilot maskapai asing berinisial MSO (39), warga negara Malaysia yang ditangkap karena menyelundupkan 70.114 butir ekstasi dan 4 gram sabu.

MSO memanfaatkan penerbangan yang secara internasional dikategorikan sebagai pihak berisiko rendah (low risk).

Secara internasional kru itu dianggap low risk. Makanya hampir di semua airport kru ada jalurnya tersendiri karena dianggap low risk,”

kata Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, dikutip pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Dia menjelaskan kru penerbangan memang memiliki jalur pemeriksaan tersendiri di bandara sesuai standar internasional. Namun, hal itu tidak berarti terbebas dari pengawasan.

Iklan

Mungkin karena merasa low risk, yang bersangkutan merasa selama ini tidak pernah diperiksa sehingga dia berani memasukkan barang ini,”

jelas Hengky.

Menurut dia, kondisi itu diduga dimanfaatkan jaringan narkoba yang selalu mempelajari pola pemeriksaan di bandara sebelum menentukan modus penyelundupan.

“Sindikat itu pasti akan mengukur mana yang sering diperiksa, mana yang tidak pernah diperiksa sehingga jalur melalui pilot ini dianggap lebih aman,”.

ujarnya

Meski demikian, Hengky menyampaikan Bea Cukai tetap menerapkan pengawasan terhadap kru penerbangan. Hal itu baik melalui analisis intelijen maupun pemeriksaan barang bawaan menggunakan mesin X-ray.

Pilot itu ada line khusus, kru ada line khusus. Tapi, kita ada pengawasan intelijen, juga ada pengawasan X-ray,”

tutur Hengky.

Kasus itu terungkap setelah Bea Cukai Soetta mengamankan seorang MSO yang kedapatan membawa 70.114 butir ekstasi dan 4 gram sabu dalam koper saat tiba dari Kuala Lumpur pada 29 Juli 2026. Kasus itu kini dikembangkan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk mengungkap jaringan yang diduga berada di balik penyelundupan tersebut.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.