Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

40.759 Orang Diduga Keracunan MBG, JPPI: Ganti Kepala BGN Tak Selesaikan Masalah

Jika setiap keracunan MBG ditangani dengan menghentikan sementara operasional SPPG pemerintah berisiko terjebak pada pola penanganan reaktif.

Seorang siswa menjalani perawatan karena diduga keracunan makanan di salah satu Rumah Sakit
Seorang siswa menjalani perawatan karena diduga keracunan makanan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) akan menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperketat pengawasan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencegah kejadian serupa. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU)

Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur, memunculkan pertanyaan baru mengenai pengawasan program tersebut. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menilai persoalan MBG tidak cukup diselesaikan melalui pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut JPPI, berulangnya kasus dugaan keracunan menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi bukan semata-mata terkait individu atau satuan pelayanan tertentu.

Pergantian kepala BGN tidak otomatis menyelesaikan masalah,”

kata Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional JPPI Ari Hardi pada Owrite, Kamis, 3 September 2026.

Ganti Kepala Tak Selesaikan Masalah

Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pembacaan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memimpin pembacaan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono menjadi Kepala BGN menggantikan Nanik Sudaryati Deyang dan melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas RI serta Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas RI. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

JPPI mencatat, kepala BGN telah beberapa kali berganti, tetapi kasus dugaan keracunan MBG masih terus muncul.

Iklan

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perlunya evaluasi terhadap aspek yang lebih mendasar dalam penyelenggaraan program.

Ini menunjukkan bahwa problemnya tidak cukup dijawab dengan pergantian orang,”

ujar JPPI.

Organisasi tersebut meminta pemerintah mengevaluasi sistem tata kelola MBG, termasuk standar keamanan pangan, mekanisme pengawasan, kontrol kualitas, serta pertanggungjawaban ketika terjadi dugaan kelalaian.

JPPI menekankan, jika setiap kasus hanya ditangani dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang bermasalah dan menangani para korban, pemerintah berisiko terjebak pada pola penanganan yang reaktif.

Kalau pola ini terus berulang, berarti pemerintah hanya memadamkan api, bukan memperbaiki sistem yang menyebabkan kebakaran,”

tegas JPPI.

40.759 Korban Keracunan MBG

Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan saat tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur
Santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan saat tiba di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA FOTO/Umarul Faruq/tom.)

Dalam pemantauannya, JPPI mencatat terdapat 40.759 korban dugaan keracunan MBG di 36 provinsi sejak 2025 hingga awal Agustus 2026. Sebanyak 12.656 korban tercatat pada periode Januari hingga awal Agustus 2026.

Angka tersebut dinilai memperkuat alasan untuk mengevaluasi tata kelola MBG secara lebih menyeluruh, bukan sekadar mencari pihak yang harus disalahkan dalam setiap kejadian.

Bagi JPPI, kasus Sidoarjo seharusnya menjadi momentum untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab, bagaimana pengawasan dijalankan, dan sejauh mana sistem yang ada mampu mencegah kejadian serupa terulang.

JPPI menegaskan, keselamatan anak harus menjadi ukuran utama dalam pelaksanaan MBG. Pergantian pejabat, menurut mereka, tidak akan cukup apabila tidak disertai pembenahan terhadap sistem yang menjadi fondasi pelaksanaan program.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.