Kurang lebih 228 siswa SMP Negeri 1 Gembong dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Pati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemilik akun Instagram @ekokuswanto_mbahto membagikan suasana di Puskesmas Gembong, saat para siswa mendapat penanganan.
Orang tua panik, diduga siswa keracunan MBG. Suasana terkini di Puskesmas Gembong,”
tulis pemilik akun itu dalam keterangan videonya, dikutip Rabu, 9 September 2026.
Dilarikan ke RSUD RAA Soewondo
Dalam narasi tersebut dijelaskan sejumlah siswa dilarikan ke RSUD RAA Soewondo.
Dimana setelah terjadi dugaan keracunan, puskesmas jadi rame karena siswa dari dua sekolah diduga keracunan MBG,”
tambahnya.
Nampak para siswa tersebut berada di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) dan tengah mendapat perawatan.
Orang tua panik dan ketakutan,”
katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati Luki Pratugas Narimo mengatakan para siswa MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong diduga keracunan menu MBG yang disajikan pada Selasa, 8 September 2026. MBG yang disajikan di kedua sekolah tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Gembong. Adapun menunya terdiri dari nasi bakar dan telur ceplok.
Anak-anak mulai bergejala tadi malam. Kemudian gejala tersebut terus berlanjut sampai hari ini di sekolah, banyak yang mondar-mandir ke toilet,”
katanya.
Dia menambahkan, setelah para siswa mengalami gejala, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan puskesmas untuk penanganan medis.
Kebanyakan muntah, diare, pusing, mual, dan ada juga yang sesak napas,”
ucapnya.
Luki mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap para siswa yang diduga keracunan MBG.
Sementara ini yang bergejala ada 228,”
kata dia.
Dia menambahkan, di antara 228 siswa di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong yang diduga keracunan MBG, sebagian di antaranya harus menjalani perawatan di Puskesmas Gembong, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, dan RS Mitra Bangsa.
Luki belum dapat menyampaikan berapa jumlah siswa yang harus mendapatkan perawatan medis. Hal itu karena situasi di lapangan masih dinamis.
Ini masih kami data terus karena masih berkembang,”
ujarnya.
Namun dia mengonfirmasi bahwa jumlah siswa yang sudah dirawat di rumah sakit mencapai puluhan.
Ya puluhan,”
kata Luki.
Kasus Terbesar yang pernah terjadi
Luki mengatakan kasus keracunan MBG sudah pernah terjadi di wilayahnya sebelumnya. Namun kali ini yang paling terbesar
Tapi mungkin ini (dugaan keracunan MBG di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong) yang paling besar secara jumlah yang bergejala,”
ucapnya.
Namun Luki mengaku belum bisa menyampaikan berapa tepatnya jumlah kasus dugaan keracunan MBG yang pernah terjadi di wilayahnya sebelum kasus serupa di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong.
Kami harus cek data dulu,”
tandasnya.
Kasus dugaan keracunan MBG juga terjadi di lingkungan sekolah SMA Negeri 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Menu MBG dikonsumsi oleh 1.180 siswa pada Senin, 7 September 2026.
Menurut data terakhir, sebanyak 136 siswa mengalami kondisi sakit perut berupa mules, diare, pusing dan lemas. Tiga di antaranya siswa tersebut tidak masuk sekolah.
Menu MBG yang mereka konsumsi berupa nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, rebusan brokoli jagung manis yang didistribusikan oleh SPPG Blora Tunjungan Sukorejo 2.

























