Kasus keracunan yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menimbulkan persoalan terkait keamanan makanan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kondisi psikologis anak.
Pengalaman menjadi korban maupun menyaksikan teman mengalami sakit dapat meninggalkan rasa takut pada sebagian peserta didik.
Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Ari Hardi mengatakan respons psikologis anak setelah mengalami kejadian tersebut dapat berbeda-beda.
Karena itu, kondisi setiap anak perlu diperhatikan tanpa serta-merta menyimpulkan bahwa seluruh anak yang terpapar kejadian keracunan mengalami trauma.
Sangat mungkin kejadian seperti ini menimbulkan rasa takut atau kecemasan pada anak, terutama bagi mereka yang mengalami langsung atau melihat teman-temannya sakit. Namun kita tidak boleh langsung menganggap semua anak mengalami trauma, karena respons setiap anak berbeda,”
kata Ari kepada Owrite, Kamis 17 September 2026.
Kembali Merasa Aman
Menurut Ari, sekolah memiliki peran penting untuk memastikan anak kembali merasa aman setelah terjadinya kasus keracunan.
Pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka ruang komunikasi agar anak tidak memendam ketakutan maupun kekhawatiran yang dirasakan.
Sekolah harus memastikan anak merasa aman, memberikan ruang bagi mereka untuk bercerita dan menyampaikan kekhawatirannya. Jika ada anak yang mengalami kecemasan berkepanjangan, takut makan, takut kembali ke sekolah, atau perubahan perilaku yang signifikan, perlu mendapatkan pendampingan dan jika diperlukan dirujuk kepada tenaga profesional,”
ujarnya.
Ari menilai perhatian terhadap kondisi anak juga harus berjalan beriringan dengan penguatan peran sekolah dalam pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, sekolah tidak semestinya hanya menjalankan fungsi teknis sebagai lokasi pembagian makanan kepada siswa.
Dan yang penting, sekolah jangan hanya menjadi tempat distribusi makanan. Sekolah harus menjadi bagian dari sistem perlindungan anak dan pengawasan keamanan pangan dalam program MBG,”
tutup Ari.






