Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto jadi bahan julid netizen. Omongan Suharyanto viral di media sosial terkait kondisi masyarakat Kalimantan di tengah kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Melansir dari akun Instagram @bigalphaid pernyataan Suharyanto disampaikan saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 23 September 2026.

Dalam laporannya, Suharyanto menyebut aktivitas masyarakat di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masih berjalan normal meski kedua wilayah tersebut diselimuti asap tebal.

Kami pastikan roda kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Jadi, lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lain sebagainya juga biasa, Bapak Presiden, tidak ada yang terganggu,”

kata Suharyanto, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 25 September 2026.

Menurut Suharyanto, gangguan asap menyulitkan akses penerbangan dari dan menuju Kalimantan Barat serta Kalimantan Tengah. Ia juga mengakui asap tebal masih menyelimuti kedua provinsi tersebut karena operasi modifikasi cuaca (OMC) belum bisa dilakukan secara maksimal.

BNPB mencatat luas area yang masih terbakar di Sumatra dan Kalimantan hingga 23 September 2026 mencapai 209,78 hektare. Pemerintah juga berencana untuk terus menjalankan OMC hingga kondisi musim hujan kembali normal.

Suharyanto memperkirakan karhutla bisa berakhir paling cepat pada pertengahan Oktober 2026. Pun, paling lambat pada pekan ketiga November 2026.

Pernyataan Suharyanto soal kehidupan masyarakat yang disebut tetap normal kemudian ramai dibagikan ulang di media sosial.

Sejumlah netizen mempertanyakan pernyataan tersebut karena menganggap kondisi di lapangan tidak sepenuhnya menggambarkan kehidupan yang normal.

Emangnya kalo kasih laporan yang bener, jujur, dan sesuai fakta di lapangan tu bakal dipecat ya?”

tanya akun @triyanisya.

Netizen lain mengungkapkan sejumlah dampak yang mereka klaim dirasakan masyarakat, mulai dari aktivitas sekolah hingga gangguan penerbangan.

Sekolah sudah online 1 bulanan. Pam air asin, kasus ispa meningkat, penerbangan banyak yang cancel dan terganggu, harga sayur naik banyak. Ini yang disebut masih normal,”

sindir @inimommy_al.

Komentar serupa juga datang dari @plain_as_vanilla yang menilai persoalan tersebut bukan sekadar soal aktivitas masyarakat yang masih berjalan.

Ini bukan tentang normal, b3goooo!!!! Tp tentang bertahan hidup. Kalo mereka ga dpaksa gerak, kek gimana hidup mereka… Nunggu solusi dari elu keburu matiiii… T*loll,”

lanjut akun itu.

Sementara itu, @abra_rasyid menyoroti pernyataan tersebut dari sisi dampaknya terhadap masyarakat.

Menutupi fakta mengorbankan kesehatan masyarakat asal bapak senang kah ini?”

komentarnya.

Ada pula netizen yang mempertanyakan kondisi Suharyanto ketika menyampaikan laporan tersebut.

Dengan enak duduk di ruangan ber ac tanpa adanya asap kabut yang ada di sekitar dia dengan entengnya ngomong seperti itu?”

geram @iqbal_m_8.