Menteri Energi dan Sumber Daya (ESDM) Bahlil Lahadalia menawarkan peluang pembangunan lebih banyak data center di pulau-pulau yang masih tersedia di Indonesia. Bahlil menyampaikan itu dalam acara Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Selasa, 22 September 2026.

Merespon wacana tersebut, Pengkampanye Pesisir Laut Walhi Mida Saragi mengingatkan pulau kecil bukan sekadar lahan kosong untuk investasi.

Hari ini Walhi masih melihat cara pandang dari kementerian ESDM ataupun kementerian investasi yang masih melihat pulau kecil itu sebagai lahan kosong yang siap ditempatkan berbagai proyek-proyek baru,”

kata Mida kepada Owrite, Minggu, 27 September 2026.

Ia meminta pemerintah harus lebih berhati-hati saat data center di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Menurutnya, pembangunan di kawasan tersebut tak akan terlepas dari persoalan keadilan ekologis.

Pulau itu dianggap sebagai sekadar ruang investasi. Padahal, di sana ada masyarakat. Ada ekosistem, ada keanekaragaman hayati,”

jelas Mida.

Mida menjelaskan pulau-pulau kecil memiliki daya dukung dan daya tampung lingkungan yang terbatas. Sementara, data center membutuhkan listrik, air, sistem pendingin.

Selain itu, diperlukan infrastruktur pendukung dalam skala besar yang berpotensi menambah tekanan terhadap sumber daya di wilayah tersebut.

Karena itu, Walhi meminta pemerintah menghitung daya dukung lingkungan sebelum pembangunan dilakukan.

Mida juga mendorong konsultasi publik yang memberikan informasi utuh kepada masyarakat mengenai kebutuhan energi dan air serta potensi dampak ekologis, sosial, dan ekonomi dari pembangunan data center.