Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Asap Karhutla Sumatra-Kalimantan Bikin Udara Singapura Memburuk, RI Ditawari Bantuan

Cuaca kering akibat El Nino membuat asap kebakaran karhutla di Sumatra-Kalimantan semakin sulit dipadamkan.

Karhutla Jadi Masalah Nasional, Banggar DPR: Jangan Dianggap Ritual Tahunan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah berada pada level masalah nasional. Dia bahkan menyinggung dampaknya terhadap negara tetangga yang turut merasakan buruknya kondisi akibat karhutla. Menurut Said, karhutla tidak lagi sebatas persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Persoalan tersebut telah memberikan dampak yang lebih luas, termasuk ke negara-negara sekitar Indonesia. "Memang karhutla ini menjadi masalah bukan masalah publik, sudah menjadi masalah nasional, bahkan tetangga juga tidak nyaman," kata Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 15 September 2026. Karena itu, Said meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut. Dia menilai penanganan karhutla tidak bisa dibiarkan berulang tanpa langkah yang lebih serius. "Kami hanya mengimbau agar secepatnyalah mengambil langkah-langkah apa yang bisa dilakukan," ujarnya. Said juga menyebut bantuan dari sejumlah negara mulai masuk untuk membantu penanganan karhutla. Salah satunya berasal dari Jepang. "Bahkan bantuan dari berbagai negara khususnya Jepang sudah masuk," kata dia. Menurut Said, dukungan dari negara lain sekaligus menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara serius. Indonesia, kata dia, jangan sampai dinilai hanya menjalankan penanganan yang bersifat rutin setiap tahun. "Supaya kita ini akan dinilai oleh negara lain bahwa jangan sampai itu dianggap ritual tahunan oleh negara tetangga kita," ujarnya. Dia juga menekankan dampak karhutla terhadap masyarakat Indonesia sendiri. Artinya, persoalan tersebut tidak semata menyangkut citra Indonesia di mata negara tetangga. Adapun, pernyataan Said ini disampaikan saat ditanya apakah persoalan karhutla dapat menjadi pertimbangan dalam evaluasi menteri pada momentum reshuffle kabinet. Said sebelumnya menilai reshuffle kabinet memang sudah waktunya dilakukan untuk mempercepat dan mempertajam pencapaian visi Presiden Prabowo Subianto. Namun, ketika ditanya secara spesifik apakah menteri yang membidangi persoalan karhutla perlu dievaluasi, Said tidak menunjuk nama ataupun kementerian tertentu. "Silakan jika itu mau dievaluasi," kata Said. Said menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai evaluasi maupun pergantian menteri kepada Presiden. Menurut dia, Presiden memiliki instrumen sendiri untuk menilai kinerja para pembantunya. Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026).
Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). (ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom.)

Pemerintah Singapura menyatakan siap membantu Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lintas negara di Asia Tenggara. Kondisi karhutla bertambak buruk karena meningkatnya titik panas di Sumatra dan Kalimantan.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengaku sudah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Jumhur Hidayat untuk menawarkan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Kami menyadari berbagai upaya sedang berlangsung. Kami siap membantu sejauh yang kami bisa,”

kata Fu dikutip dari The Straits Times pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Fu juga mengapresiasi upaya Indonesia dalam mengendalikan karhutla. Ia mendukung pembahasan lebih lanjut di tingkat regional untuk memperkuat kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam mengatasi polusi asap lintas batas.

Iklan

Menurut Fu, cuaca kering akibat El Nino membuat kebakaran hutan semakin sulit dipadamkan. Kondisi angin yang tak menguntungkan juga memperburuk kualitas udara Singapura selama sepekan terakhir.

Berdasarkan data indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI), pada Jumat, 9 Oktober 2026 kualitas udara di Singapura mencapai angka 192. Angka itu jadi yang tertinggi sepanjang 2026 dan mendekati kategori sangat tidak sehat, yakni PSI 201-300.

Melansir dari The Straits Times, kualitas udara masih berada dalam kategori tak sehat. Pukul 09.00 waktu setempat, PSI tercatat 174 di wilayah tengah, 160 di wilayah barat, 156 di wilayah timur, 135 di wilayah selatan, dan 124 di wilayah utara.

Fu memperingatkan kualitas udara berpotensi memburuk meski hujan diperkirakan turun selama akhir pekan. Ia menyebut angka PSI dapat melampaui 200 sehingga memasuki kategori sangat tidak sehat.

Kami sangat mengkhawatirkan kondisi masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan,”

ujarnya.

Kabut asap yang menyelimuti Singapura berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan. Pembukaan lahan menggunakan api jadi salah satu pemicu kebakaran.

Sementara, lahan gambut yang mengering membuat api dapat bertahan selama berminggu-minggu dan sulit dipadamkan.

Singapura dan Indonesia sebelumnya menandatangani kesepakatan kerja sama lingkungan pada Juni 2026, termasuk penanganan polusi lintas batas. Kedua negara juga bahas pertukaran informasi peringatan dini serta dukungan terhadap pusat koordinasi ASEAN untuk pengendalian pencemaran asap lintas batas yang akan beroperasi di Indonesia.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Singapura menyiapkan pembagian masker N95 bagi kelompok yang memenuhi kriteria ketika PSI mencapai kategori sangat tidak sehat. Pemerintah juga bisa mengaktifkan ruang berpendingin udara di sejumlah fasilitas komunitas sebagai tempat berlindung sementara bagi warga dari paparan kabut asap.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Internship

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.