Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

BGN Klaim Benahi Sistem MBG Jadi 2.0, Ini Mekanisme yang Baru

BGN mengubah mekanisme MBG 2.0 melalui sinkronisasi data penerima, kewajiban SLHS bagi SPPG, label batas waktu konsumsi, dan penguatan pengawasan pangan.

1000039401

Badan Gizi Nasional (BGN) tengah membenahi mekanisme Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui sinkronisasi data penerima manfaat, kewajiban sertifikasi higiene Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga penerapan label batas waktu aman konsumsi makanan.

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari transformasi MBG 2.0 untuk memperkuat keamanan pangan, ketepatan sasaran, dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Pertanyaannya bukan lagi berapa banyak, tapi seaman apa? BGN mengambil keputusan besar, tidak sekadar memperbaiki, tapi merombak cara kerja,”

kata Tysa dikutip dari laman BGN, Jumat, 23 Oktober 2026.

Mekanisme MBG 2.0

Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat
Petugas menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Bogor, Bogor Barat Pasir Kuda 01, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz)

Dalam penataan penerima manfaat, BGN akan menyinkronkan data dari kementerian dan lembaga terkait dengan kondisi di lapangan. Penataan tersebut juga diikuti refocusing penerima melalui Surat Penetapan Sementara (SPS) 1 dan 2.

Iklan

BGN juga mewajibkan setiap SPPG memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Selain itu, SPPG juga diwajibkan menempelkan label batas waktu aman konsumsi MBG.

BGN juga melakukan pembaharuan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk menata pembagian tanggung jawab dan memperkuat akuntabilitas. BGN akan menguji coba penyajian MBG secara prasmanan di 66 SPPG yang tersebar di 10 provinsi.

BGN turut mengaktifkan hampir 1.500 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. Rinciannya, 480 SPPG berada di Indonesia Timur dan 980 SPPG di Indonesia Tengah.

Integrasi Rantai Pasok

Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan
Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sumatera Selatan di Palembang, Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU)

Tysa menyebut pelaksanaan MBG 2.0 juga mencakup integrasi rantai pasok lokal secara digital melalui Loka MBG serta penguatan peran tenaga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) melalui program Patriot Gizi.

Hingga saat ini, BGN mencatat program MBG telah menjangkau 57.491.334 penerima manfaat, didukung 26.385 SPPG dan melibatkan 1.027.998 tenaga kerja.

Hari ini, kita melanjutkannya dengan ketertiban dan tanggung jawab. MBG 2.0 bukan tentang program yang lebih besar, tapi program yang lebih benar. Skala besar, standar tinggi, karena anak Indonesia layak dapat yang terbaik,”

ungkapnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial