Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Amnesty Bongkar Alarm Pembungkaman Digital, Dugaan Shadowban Konten Karhutla Pelanggaran HAM

Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah
Pengendara motor melintas di Jembatan Kahayan yang diselimuti asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/bar)

Amnesty International Indonesia menyoroti dugaan shadowban atau pembatasan sepihak terhadap konten-konten kritis di media sosial khususnya isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Aksi shadowban itu dinilai bentuk nyata pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

Manajer Media Amnesty International Indonesia Haeril Halim mengatakan praktik itu melanggar hak publik atas informasi mendasar.

Shadowban terhadap konten-konten yang kritis terhadap pemerintah dan juga yang terkait permasalahan yang sedang terjadi di Indonesia seperti Karhutla jelas merupakan suatu bentuk pelanggaran hak publik untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan yang ada di Indonesia,”

kata Haeril, kepada Owrite, Kamis, 29 Oktober 2026.

Praktik shadowban itu juga melanggar hak atas kebebasan berpendapat di dunia digital.

Iklan

Ini adalah suatu bentuk pengendalian narasi dan informasi di internet,”

ujar Haeril.

​Menurut Haeril, masyarakat khususnya mereka yang terdampak langsung bencana ekologis sangat membutuhkan akses informasi yang jujur mengenai kerusakan lingkungan, risiko kesehatan, hingga respons resmi dari pemerintah.

Pembatasan konten secara sepihak dinilai perburuk kondisi masyarakat terdampak.

Haeril juga mengingatkan agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tak tinggal diam melihat fenomena pembungkaman digital ini. Ia menilai sikap pasif pemerintah sama saja dengan membiarkan terjadinya tindakan represif di ruang siber.

Kalau Kementerian Komdigi berdiam diri atas fenomena shadowban ini sama saja membiarkan pembungkaman dan ini bentuk pelanggaran HAM,”

ujar Haeril.

Ia menambahkan tren pembatasan ini memperlihatkan semakin tergerusnya ruang kebebasan sipil di Indonesia.

Maraknya dugaan shadowban konten karhutla ini menandakan bahwa tren penyusutan ruang sipil di Indonesia, termasuk di ranah digital, terus berlangsung,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.