Doni melihat adanya perubahan pendekatan pemerintah dalam pembangunan pendidikan, khususnya terkait keterlibatan pemerintah pusat dalam pengembangan sekolah di daerah.
Selama ini, pembangunan dan pengelolaan sekolah lebih banyak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Sementara itu, pemerintah pusat umumnya berperan memberikan dukungan dan pendampingan.
“Menurut saya, program ini merupakan sebuah inovasi baru. Sebab, selama ini pemerintah pusat belum banyak terlibat secara langsung dalam pembangunan sekolah di daerah,”
ujar Doni kepada Owrite, Rabu, 4 November 2026.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah pusat perlu diperkuat karena tak semua daerah mempunyai kemampuan dan sumber daya yang memadai untuk mengembangkan sektor pendidikan secara mandiri.
Melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi, pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dukungan lebih besar sekaligus mendorong munculnya pusat-pusat pendidikan unggulan di berbagai wilayah.
“Upaya tersebut diwujudkan melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi yang dikelola oleh kementerian. Program ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa setiap daerah juga memiliki pusat-pusat keunggulan pendidikan,”
lanjut Doni.
Pusat Pengembangan Guru
Doni menilai keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi sebaiknya tidak hanya difokuskan pada kegiatan belajar mengajar bagi para siswa. Lebih dari itu, sekolah tersebut perlu dikembangkan sebagai pusat peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Dengan konsep itu, sekolah dapat berperan sebagai tempat berbagi pengetahuan, pembelajaran, serta pengembangan kompetensi guru dari wilayah sekitarnya.
Ia juga mendorong agar pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi diperluas sehingga dapat menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.
“Menurut saya, konsep tersebut sangat baik dan perlu dimaksimalkan dengan membangun Sekolah Nasional Terintegrasi di setiap kabupaten dan kota,”
tuturnya.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai daerah diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan setempat. Dengan begitu, setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas yang dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kualitas pembelajaran.
Meski demikian, keberadaan sekolah unggulan yang sudah lebih dahulu dibangun pemerintah daerah maupun pihak swasta tetap perlu dipertahankan.
Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan hadir sebagai pelengkap sekaligus sumber inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya. Kehadirannya juga dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan secara lebih merata.
Dari sisi pembangunan sarana dan perluasan akses pendidikan, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah saat ini dinilai telah memperlihatkan perkembangan positif.
Kesenjangan Kualitas Pendidikan
Walaupun pemerataan fasilitas pendidikan mulai menunjukkan kemajuan, peningkatan kualitas pembelajaran masih membutuhkan perhatian serius.
Doni menilai hasil peningkatan mutu pendidikan belum dirasakan secara merata di seluruh wilayah. Perbedaan kualitas antara kota-kota besar dan daerah yang lebih kecil masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan.
“Ini tercermin dari masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan besar dan daerah yang lebih kecil. Kualitas pendidikan di setiap daerah masih menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan,”
tutur Doni.
Maka itu, pemerataan pendidikan tak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan gedung dan penambahan fasilitas sekolah. Pemerintah juga perlu memastikan tersedianya tenaga pendidik berkualitas, peningkatan kompetensi guru, serta mutu pembelajaran yang setara di berbagai daerah.
Program Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus memperkuat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.