Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan belum sepenuhnya menghentikan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Di Kalimantan Tengah (Kalteng), luas lahan terbakar meningkat menjadi 547 hektare. Sementara, di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 60 hektare.
Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mengingatkan kebakaran di kawasan gambut memiliki karakteristik yang membuat api berpotensi muncul kembali meski hujan telah turun. Maka itu, pemerintah diminta tak menganggap kawasan sudah aman hanya karena kobaran api di permukaan padam.
“Karakteristik gambut memungkinkan bara bertahan di bawah tanah dan menjalar tanpa terlihat jelas di permukaan. Ketika kelembapan tanah menurun, bara tersebut dapat memicu kebakaran kembali, bahkan setelah hujan turun,”
kata Daniel, Jumat, 6 November 2026.
Dari laporan BNPB, bara api yang masih bertahan di bawah permukaan gambut jadi salah satu penyebab kebakaran kembali muncul. Kondisi ini membuat penanganan Karhutla di lahan gambut tak bisa hanya mengandalkan pemadaman api yang terlihat.







