Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Banjir Bandang Sumatra, Karhutla hingga Papua, Walhi Bongkar Rentetan Bencana yang ‘Diabaikan’

Petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII Muara Tebo memadamkan api yang membakar lahan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH), Desa Gedong Karya, Muaro Jambi, Jambi, Senin (19/10/2026).
Petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII Muara Tebo memadamkan api yang membakar lahan penyangga Taman Hutan Raya (Tahura) Orang Kayo Hitam (OKH), Desa Gedong Karya, Muaro Jambi, Jambi, Senin (19/10/2026). (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nym.)

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritik pemerintah belum memberikan perhatian dan penanganan serius terhadap berbagai bencana ekologis yang terjadi di Tanah Air. Penanganan itu mulai dari banjir bandang di Sumatra, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga bencana di Papua.

Pengkampanye Hutan dan Kebun Walhi Umi Ma’rufah mengatakan berbagai bencana itu tak bisa dilepaskan dari persoalan kerusakan lingkungan dan aktivitas industri.

Ia mencontohkan banjir bandang di Sumatra misalnya berkaitan dengan kerusakan hutan dan deforestasi. Sementara, kebakaran hutan dan lahan berkaitan dengan pemberian izin perkebunan serta lemahnya pengawasan terhadap korporasi.

Iklan

“Seluruh bencana ekologis yang terjadi saat ini sama-sama kritis dan belum mendapat perhatian serta penanganan serius dari pemerintah,”

kata Umi kepada Owrite, Jumat, 6 November 2026.

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat terdampak bencana di Papua yang dinilai belum dapat respons memadai. Hal itu baik dalam upaya pemadaman maupun penyediaan layanan kesehatan.

Menurut Umi, kondisi itu menunjukkan perlunya penanganan bencana ekologis yang tak hanya berorientasi pada penanggulangan kejadian. Namun, juga perlindungan keselamatan dan hak-hak masyarakat terdampak.

“Ini menunjukkan bahwa pemerintah masih belum memiliki respons yang serius dan menyeluruh dalam menghadapi bencana ekologis, terutama dalam melindungi keselamatan dan hak-hak masyarakat terdampak,”

tuturnya.

Walhi pun menilai lambannya respons pemerintah terhadap berbagai bencana ekologis memperlihatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan perlindungan lingkungan dan penanganan bencana.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.