Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Baku Tembak di Yahukimo, TNI Temukan 7 Senjata Api dan Amunisi dari Markas OPM

TNI amankan 2 senjata laras pendek, 5 senjata laras panjang, serta sejumlah amunisi, dan alat bidik teropong OPM.

Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire.
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire. (Foto: Puspen TNI)

Aparat TNI menyita tujuh pucuk senjata api dalam operasi patroli di kawasan Kali Senami, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu, 7 November 2026.

Penyitaan tersebut dilakukan setelah personel gabungan terlibat baku tembak dengan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Tim gabungan menemukan tujuh pucuk senjata api, terdiri atas dua senjata laras pendek dan lima senjata laras panjang, serta sejumlah amunisi, alat bidik, teropong, dan perlengkapan lainnya,”

kata Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, dalam keterangan resminya, Sabtu, 7 November 2026.

Dia bilang untuk jenis serta kondisi senjata masih dalam proses identifikasi. Dijelaskan Riyanto, operasi yang dilakukan Koops Habema TNI itu berawal ketika personel sedang melaksanakan patroli di wilayah tersebut.

Iklan

Dalam kegiatan itu, prajurit menemukan sebuah tempat yang diduga menjadi lokasi persinggahan anggota OPM.

Saat mendekati lokasi, personel TNI berhadapan langsung dengan kelompok tersebut hingga terjadi kontak senjata. Setelah baku tembak berlangsung, prajurit berhasil mendekati tempat yang dicurigai dan menemukan sejumlah senjata api beserta perlengkapan lainnya.

Seluruh barang bukti kemudian disita dan dibawa ke markas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. TNI juga masih melakukan identifikasi terhadap jenis dan kondisi senjata yang ditemukan di lokasi.

Riyanto menyampaikan penyitaan senjata tersebut jadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata yang dinilai bisa mengancam keselamatan masyarakat di Papua.

Setiap senjata yang berhasil diamankan berarti berkurangnya potensi ancaman terhadap keselamatan manusia. Prajurit harus tetap tegas, profesional, dan terukur dalam menjalankan tugas, dengan mengutamakan perlindungan masyarakat,”

jelas Riyanto.

Dia memastikan TNI akan terus menjalankan tugas pengamanan dengan mengutamakan keselamatan warga sipil. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif di Papua.

Tindakan ini dilakukan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman menuju Papua yang damai berkelanjutan,”

tutur Riyanto.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal