Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Walhi Bongkar Dampak Ekspansi Tambang, Risiko Banjir di Desa Sekitar Konsesi Naik 2 Kali Lipat

Walhi menyoroti ekspansi pertambangan yang turut mendorong deforestasi di Indonesia. Ancaman bencana mengintai.

Ilustrasi Pertambangan
Ilustrasi Pertambangan/Doc. Owrite/Acel

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti ekspansi pertambangan yang turut mendorong deforestasi di Indonesia. Dampaknya tak hanya menghilangkan tutupan hutan, tapi juga mengancam ruang hidup masyarakat dan meningkatkan risiko bencana ekologis.

Pengkampanye Hutan dan Kebun Walhi Umi Ma’rufah mengatakan deforestasi imbas aktivitas pertambangan telah merambah berbagai kawasan termasuk wilayah yang jadi ruang hidup masyarakat.

“Deforestasi akibat ekspansi tambang tidak hanya terjadi di kawasan hutan negara. Namun, juga merambah hutan adat, hutan desa, kebun campuran, hingga lahan pertanian rakyat,”

kata Umi kepada Owrite, Sabtu, 7 November 2026.

Di Sumatera bagian utara yang meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sudah lebih dari 1,4 juta hektare hutan hilang sepanjang periode 2016–2025.

Iklan

Mirisnya, secara nasional, wilayah pertambangan berkontribusi sekitar 21–22 persen terhadap total deforestasi Indonesia.

Umi juga menyoroti dampak ekspansi tambang terhadap meningkatnya risiko banjir di wilayah sekitar konsesi.

“Risiko banjir di desa-desa sekitar konsesi tambang tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan desa non-tambang,”

ujar Umk.

Selain meningkatkan risiko banjir, kerusakan hutan akibat pertambangan juga berdampak pada menyusut dan tercemarnya sumber air serta menurunnya produktivitas pertanian masyarakat.

“Bahkan, risiko banjir di desa-desa sekitar konsesi tambang tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan desa non-tambang,”

tutur Umi.

Walhi menilai pengawasan terhadap aktivitas pertambangan perlu diperketat untuk mencegah deforestasi semakin meluas dan melindungi ruang hidup masyarakat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.