Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Arya Sinulingga, akhirnya buka suara terkait polemik yang menimpa pemain naturalisasi Dean James.
Menurut Arya, pihak PSSI saat ini masih menunggu perkembangan dari otoritas terkait di Belanda.
Ia menegaskan bahwa proses penyelesaian tidak berada di Indonesia, melainkan sepenuhnya berada di sistem regulasi sepak bola Eropa.
Prosesnya bukan di sini, melainkan di sana. Jadi kita tunggu saja dari sana, pasti ada solusi untuk masalah ini. Ada problem, tetapi pasti ada jalan keluar,”
ujar Arya kepada wartawan termasuk owrite.id.
Permasalahan ini bermula dari status Dean James di kompetisi tertinggi Belanda, Eredivisie musim 2025/2026.
Pemain berusia 25 tahun tersebut saat ini memperkuat Go Ahead Eagles sejak Juli 2023, bahkan sempat memperpanjang kontraknya pada Januari 2025.
Namun, situasi menjadi rumit setelah klub NAC Breda mengajukan gugatan terkait status Dean James sebagai pemain non-Uni Eropa.
Regulasi di Belanda mengatur bahwa pemain dari luar Uni Eropa wajib memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan finansial, termasuk izin kerja serta standar gaji minimum tertentu. Hal inilah yang kemudian memicu perdebatan mengenai kelayakan status Dean James di kompetisi tersebut.
Polemic yang terjadi di Belanda ternyata berdampak langsung terhadap kiprah Dean James bersama Timnas Indonesia.
Akibat belum selesainya persoalan administrasi tersebut, Dean James tidak dapat bergabung dalam ajang FIFA Series 2026.
Kondisi ini tentu menjadi kerugian bagi skuad Garuda, mengingat ia merupakan salah satu pemain yang diproyeksikan memperkuat lini tim.
PSSI Tegaskan Bukan Masalah Paspor
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, Arya Sinulingga menegaskan bahwa persoalan ini sama sekali tidak berkaitan dengan status kewarganegaraan Dean James.
Ia memastikan seluruh proses administrasi dari pihak Indonesia telah rampung dan tidak bermasalah.
Tidak ada urusan dengan itu, tidak ada hubungan. Yang diributkan bukan hanya dia, banyak juga kasus lain di sana, dan tidak ada masalah,”
tutur Arya.
Jadi jangan khawatir, yang pasti kita sudah menyelesaikan semua administrasi. Dari pihak kita sudah beres semua. Jadi tidak akan menjadi masalah,”
imbuhnya.
Kasus Dean James mencerminkan tantangan yang kerap dihadapi pemain non-Uni Eropa di kompetisi Eropa.
Regulasi ketat terkait izin kerja dan standar gaji seringkali menjadi hambatan administratif, meskipun secara kualitas pemain mampu bersaing.
Bagi Indonesia, situasi ini menjadi pengingat penting bahwa proses naturalisasi tidak hanya berhenti pada perubahan kewarganegaraan, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak regulasi internasional terhadap karier pemain.

