Penutupan sebagian wilayah udara oleh China selama 40 hari memunculkan kekhawatiran, terutama terhadap mobilitas atlet Indonesia yang tengah berlaga di negara tersebut.
Area yang ditutup mencakup wilayah perairan di utara dan selatan Shanghai, membentang dari Laut Kuning hingga Laut China Timur.
Situasi ini sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap Tim Bulutangkis Indonesia yang sedang berlaga di Kejuaraan Asia 2026.
Turnamen tersebut berlangsung di Ningbo dan dijadwalkan berakhir pada 12 April 2026. Lokasi Ningbo yang berada di wilayah timur China cukup dekat dengan area terdampak, sehingga memicu kekhawatiran soal perjalanan pulang tim. Salah satu pemain yang ikut serta adalah Fajar Alfian bersama rekan-rekannya.
PBSI Pastikan Tidak Ada Kendala
Menanggapi isu tersebut, pihak PBSI memastikan bahwa kondisi tersebut tidak mengganggu kepulangan tim.
Tidak ada masalah,”
kata Yuni dalam pesan singkatnya di Grup WhatsApp media PBSI.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa penerbangan komersial tidak terdampak secara langsung oleh penutupan wilayah udara tersebut.
Meski demikian, setiap pesawat yang melintas tetap diwajibkan melakukan koordinasi khusus saat melewati area tertentu.
Laporan dari media internasional menyebutkan bahwa durasi penutupan wilayah udara ini tergolong tidak biasa.
Penutupan dalam waktu lama seperti ini diduga berkaitan dengan aktivitas atau operasi militer, meskipun belum ada penjelasan resmi dari pemerintah China.
Selain tim bulutangkis, atlet panjat tebing Indonesia juga tengah berkompetisi di China. Mereka mengikuti kejuaraan di Meishan, Provinsi Sichuan. Wilayah ini berada di bagian barat daya dan relatif jauh dari zona penutupan udara.
Salah satu atlet yang berlaga adalah Veddriq Leonardo bersama timnya dalam ajang World Climbing Asia Championship.
Hingga saat ini, tidak ada laporan gangguan terhadap aktivitas maupun mobilitas atlet Indonesia di China.

