Operator kompetisi I.League menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas, keamanan, serta nilai sportivitas di seluruh jenjang kompetisi usia muda.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menyebut Elite Pro Academy Super League sebagai fondasi utama bagi masa depan sepak bola nasional terutama Timnas Indonesia.
Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang,”
ungkap Ferry Paulus dalam keterangan resminya Selasa 21 APril 2026.
Ferry menegaskan bahwa EPA bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga pembentukan karakter pemain muda, termasuk penanaman nilai fair play.
Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan,”
lanjutnya.
Sistem Perangkat Pertandingan untuk Pembinaan
Dalam mendukung proses pembinaan, sistem penugasan wasit dan perangkat pertandingan di EPA juga dirancang secara khusus.
Hal ini juga yang menjadi konsen dari I.League dalam membangun pembinaan yang berkualitas.
Perangkat pertandingan yang ditugaskan dalam EPA berasal dari Asprov domisili klub, dan dalam beberapa kasus juga memungkinkan penggunaan perangkat pertandingan yang dimiliki oleh klub. Hal ini merupakan bagian dari proses pembinaan menyeluruh, termasuk bagi perangkat pertandingan,”
ujar Ferry.
I.League menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk tindakan yang membahayakan keselamatan pemain di lapangan.
Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,”
tambahnya.
Imbauan untuk Jaga Sportivitas
Ferry juga mengingatkan seluruh elemen dalam sepak bola usia muda—mulai dari pemain, pelatih, hingga ofisial untuk selalu menjaga emosi dan menjunjung tinggi sportivitas.
Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri,”
jelas Ferry.
Ke depan, I.League memastikan akan terus berkoordinasi dengan PSSI, Komite Disiplin, dan Komite Wasit guna meningkatkan pengawasan serta kualitas pembinaan dalam penyelenggaraan EPA Super League musim 2025/2026.

